SAMPIT – Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada tahun 2024 ini menggunakan sistem online termasuk dalam seleksi penerimaannya. Proses pendaftarannya dilakukan di web Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) dengan URL di https://sscasn.bkn.go.id/.
Terkait hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol mengingatkan pihak terkait seleksi itu di daerah khususnya Kotim, untuk mempersiapkan segala perangkat penunjang seleksi itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seperti perangkat kelistrikan, internet hingga komputer. Karena fasilitas itu sangat mempengaruhi kelancaran CPNS di daerah kita, dengan harapan banyak putra putri asal Kotim dapat diterima,” ucap Lumban Gaol, Kamis 12 September 2024.
Dalam seleksi ASN nanti, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Bahkan untuk memberikan pemahaman sistem seleksi ini, BKN mengadakan Simulasi Online CAT untuk persiapan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2024.
Simulasi CAT BKN ini merupakan aplikasi yang dirancang secara khusus menyerupai aplikasi CAT pada saat ujian. Dengan adanya simulasi CAT BKN, agar peserta menjadi terbiasa dan familiar dengan aplikasi CAT pada saat pelaksanaan ujian CAT SKD CPNS 2024.
Dengan sistem baru ini, Lumban Gaol berharap, jangan sampai pada saat pelaksanaa justru terjadi kendala teknis. Karena banyak orang yang bergantung pada pelaksanaan CPNS ini, tentu itu untuk keberlanjutan hidup dan karir mereka.
“Seleksi CPNS ini merupakan momentum yang banyak ditunggu oleh masyarakat. Terutama mereka lulusan sarjana yang memiliki kompetensi,”ucapnya.
Tingginya animo pendaftar pada penerimaan calon ASN ini, membuktikan di Kotim memiliki banyak pencari kerja. Hal itu menurutnya lantaran masih terbentuknya stigma, bahwa lulusan sarjana harus menjadi PNS.
“Saya lihat stigma masih terbentuk harus jadi ASN. Padahal tidak semua sarjana itu dianggap sukses ketika jadi ASN. Saya tegaskan keingginan menjadi abdi negara itu dilatarbelakangi dengan semangat berbakti pada nusa dan bangsa,”ucapnya.
Menurutnya, semangat menjadi ASN sejatinya adalah siap menjadi pelayan masyarakat. Apabila semangat bukan menjadi pelayan bagi masyarakat, maka hendaknya tes menjadi PNS tidak perlu coba-coba.
Dalam pengabdian sebagai ASN, Lumban Gaol menyarankan agar para sarjana mempunyai semangat untuk pembangunan desa. Sebab, desa saat ini masih minim sumber daya manusia yang mumpuni di pelosok daerah.
“Terutama untuk mengelola dana desa. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasa hingga tatacara pelaporan pengguna dana desa,” tutupnya.








