Dadang : Seharusnya CFD Meningkatkan UMKM di Sampit

- Publisher

Selasa, 10 September 2024 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpol PP Pemkab Kotim saat menertibkan penjual gorengan kaki lima di Taman Kota Sampit

Satpol PP Pemkab Kotim saat menertibkan penjual gorengan kaki lima di Taman Kota Sampit

SAMPIT – Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menerapkan Car free Day(CFD) di Taman Kota Sampit. Terkait hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Dadang Siswanto menegaskan CFD seharusnya menjadi strategi peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

“CFD ini seharusnya menjadi strategi yang tepat bagi peningkatan UMKM,” kata anggota legislatif Dapil 2 Baamang-Seranau ini, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Putra H Syamsu, tokoh masyarakat Kecamatan Baamang ini juga menyebutkan, penerapan CFD yang akan resmi dimulai 15 Semptember ini cukup menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Kotim Ingin Pembanguan Fisik Rampung Tepat Waktu

 

Pria yang lebih akrab disapa Dadang H Syamsu ini menegaskan CFD harus memberikan nilai manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat, bukan sebaliknya.

 

“CFD seharusnya menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan UMKM, bukan sebaliknya,” cetus Dadang.

 

Tentu, pro dan kontra itu ada alasannya. Sebagian warga mendukung CFD dengan harapan terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman untuk olahraga.

 

Namun sejumlah pengusaha UMKM mengkhawatikan relokasi lokasi dagangannya untuk CFD menyebabkan pendapatan mereka menurun.

 

Dalam perkembangannya, lokasi di Taman Kota Sampit sudah berulangkali dilakukan penataan. Pasca konflik 2001, Taman Kota dijadikan tempat usaha pedagang kaki lima, yang kemudian pedagang kaki lima dipindahkan ke pertokoaan eks Mentaya Bioskop.

Baca Juga :  DPRD Kotim Ajak Masyarakat Melestarikan Budaya Kebaya

 

Pembersihan lokasi juga dilakukan di sekitar Tamah Kota, yaitu di Jalan DI Panjaitan di depan hutan kota PT Inhutani III.

 

Akhir-akhir ini, bermunculan kembali pedagang kaki lima dengan fasilitas mobil sebagai tempat jualannya yang terkesan bonafit dibanding gerobak dorong.

 

Belakangan, lokasi yang strategis itu menumbuhkan usaha kaki lima baru baik menggunakan gerobak maupun mobil, dengan berbagai macam jualan kuliner.

 

 

 

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB