Abdul Kadir Ingatkan Pemerintah Tingkat Kerjasama dengan Pihak Swasta dalam Proyek Besar

- Publisher

Senin, 5 Agustus 2024 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota DPRD Kotawaringin Timur Abdul Kadir. (IST)

FOTO: Anggota DPRD Kotawaringin Timur Abdul Kadir. (IST)

KOTAWARINGIN TIMUR – Anggota DPRD Kotawaringin Timur Abdul Kadir mengingatkan, selama ini Pemerintah Daerah sangat bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaan programnya, untuk itu kedepan Kerjasama dengan sektor swasta perlu di menjadi pilihan terutama untuk proyek-proyek besar.

“Dapat melalui skema Public-Private Partnership (PPP) bisa menjadi solusi. Kolaborasi ini akan mengurangi beban APBD dan mempercepat realisasi proyek pembangunan,”ujarnya, Senin 5 Agustus 2024.

Sektor swasta lanjutnya, dapat membawa efisiensi, inovasi, dan sumber daya tambahan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah. Selain itu ia juga menyarankan pemerintah juga harus memanfaatkan teknologi dalam setiap pembangunan.

“Penggunaan teknologi informasi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Digitalisasi proses administrasi akan mempermudah pengawasan dan mempercepat pelayanan publik,”tegasnya.

Teknologi juga kata Abdul Kadir, dapat membantu dalam pengumpulan data yang akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Termasuk jika ada komplain atau aduan oleh masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan.

“Contohnya, banyak yang meminta Pemda meningkatkan kualitas pelayanan RSUD. dr. Murjani, mulai dari ketersediaan tenaga dokter spesialis dan
banyaknya pasien yang tidak mampu ditangani
dan langsung dirujuk,”bebernya.

Baca Juga :  Abadi Dorong Pemerintah Adakan Program Jamban Sehat

Menurutnya aduan itu sangat berdasar dan sudah seharusnya sampai ke telinga pemerintah daerah dengan cepat. Karena pihaknyapun menilai, termasuk layanan pasien BPJS yang sangat lambat menyebabkan antri dalam pelayanan serta pengambilan obat yang dapat berlangsung berjam-jam.

“Ini keluhan masyarakat yang lapor kepada kami. Baik itu melalui media sosial karena kelancaran teknologi masa kini, maupun secara langsung,”tutupnya.

Berita Terkait

BTT Karhutla Diminta Dipercepat, Keselamatan Petugas Jadi Sorotan
Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan
Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi
Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut
Dorong Ekowisata Pulau Hanibung, Hj. Mariani Salurkan Pokir untuk Pengadaan Tiga Perahu Wisata
DPRD Kotim Minta Pengawasan ODGJ Diperketat, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BTT Karhutla Diminta Dipercepat, Keselamatan Petugas Jadi Sorotan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:18 WIB

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:04 WIB

Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:02 WIB

Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:23 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan

Berita Terbaru