Wagub Edy Pratowo Minta Pemerintah Pusat Terapkan Keadilan Fiskal bagi Daerah Penghasil SDA

- Publisher

Rabu, 15 Oktober 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANELIS : Wagub Kalteng H. Edy Pratowo saat jadi panelis diacara Leadership Forum CNN Indonesia: Pilar Nusantara, Penopang Asta Cita
yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

PANELIS : Wagub Kalteng H. Edy Pratowo saat jadi panelis diacara Leadership Forum CNN Indonesia: Pilar Nusantara, Penopang Asta Cita yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menyerukan agar pemerintah pusat segera menerapkan sistem pembagian dana bagi hasil (DBH) yang lebih adil bagi daerah-daerah penghasil sumber daya alam (SDA). Hal itu ia sampaikan saat menjadi panelis dalam CNN Indonesia Leadership Forum bertema “Pilar Nusantara, Penopang Asta Cita” yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Edy menegaskan, Kalimantan Tengah memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, terutama melalui sektor perkebunan dan pertambangan. Namun, hingga kini daerahnya belum memperoleh proporsi DBH yang sepadan dengan besarnya sumbangan terhadap kas negara.

“Kalteng ini sangat kaya akan sumber daya alam. Luas kebun sawit kita mencapai sekitar 3 juta hektare, belum termasuk hasil dari sektor kehutanan dan tambang seperti batu bara, silika, sirkon, hingga bauksit,” jelas Edy.

Ia mengungkapkan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor SDA secara nasional mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Namun, jumlah yang dikembalikan ke daerah penghasil seperti Kalimantan Tengah justru sangat kecil, bahkan tak sampai miliaran dalam beberapa sektor.

“Bayangkan, dari hasil yang mencapai triliunan rupiah, daerah penghasil hanya menerima bagian yang sangat kecil. Ketimpangan ini jelas tidak adil,” tegasnya.

Edy menilai, ketidakselarasan pembagian hasil tersebut berdampak langsung pada lambatnya pembangunan di daerah, terutama infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Padahal, konektivitas antarwilayah menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka akses masyarakat di pedalaman.

Baca Juga :  Kepala Diskominfosantik Kalteng Gelar Rapat Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik bagi PPID

“Kalau keadilan fiskal ditegakkan, daerah akan punya ruang fiskal yang lebih kuat. Kita bisa bangun pabrik pengolahan, mempercepat hilirisasi, dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerataan fiskal bukan hanya soal keadilan bagi daerah penghasil, tetapi juga strategi memperkokoh ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Kemandirian fiskal daerah adalah pondasi pembangunan yang berkeadilan. Kalau daerah kuat, negara juga kuat,” pungkasnya.(nr/sekaltengcom/diskominfosantik)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru