Program Pendidikan Huma Betang Tuai Apresiasi Tinggi, Survei Kompas Catat Kepuasan Publik Nyaris Sempurna

- Publisher

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO BERSAMA : Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran saat foto bersama dengan pelajar dan para guru saat melakukan kunjungan kesekolah beberapa waktu lalu.(IST)

FOTO BERSAMA : Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran saat foto bersama dengan pelajar dan para guru saat melakukan kunjungan kesekolah beberapa waktu lalu.(IST)

PALANGKA RAYA – Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Program Pendidikan Huma Betang yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berhasil meraih tingkat kepuasan publik nyaris sempurna berdasarkan hasil Survei Teropong Daerah Litbang Kompas.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/1/2026), survei yang dilakukan secara tatap muka pada 6 hingga 10 Oktober 2025 lalu, mencatat tingkat kepuasan terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden menilai program tersebut berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan di Kalteng.

Survei melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri dari pelajar dan tenaga pendidik di jenjang pendidikan menengah dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Selain menilai program pendidikan, survei ini juga mencatat persepsi publik terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran yang berada pada angka sangat tinggi, yakni 97,6 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Pendidikan Huma Betang dipandang sebagai langkah strategis Pemprov Kalteng dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui reformasi pendidikan yang menyeluruh. Evaluasi publik ini menjadi cerminan objektif atas dampak kebijakan pendidikan sekaligus bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan lanjutan ke depan.

Penilaian publik dalam survei tersebut difokuskan pada empat pilar utama Program Pendidikan Huma Betang, yakni digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan. Digitalisasi diwujudkan melalui penyaluran perangkat televisi interaktif dan penyediaan akses internet gratis di sekolah-sekolah. Sementara itu, pembenahan sarana dan prasarana difokuskan pada renovasi serta pembaruan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan modern.

Baca Juga :  Wabup Irawati Sebut Kotim Telah Siap Untuk Menyambut Kedatangan Presiden RI

Kelas Digital Huma Betang dikembangkan sebagai platform pembelajaran daring oleh Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah guna memperluas akses pendidikan jarak jauh, khususnya bagi wilayah dengan keterbatasan geografis. Adapun program beasiswa diwujudkan melalui kebijakan sekolah gratis serta bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Keempat program tersebut mendapatkan penilaian efektivitas yang positif dari masyarakat. Program digitalisasi pendidikan menjadi yang paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Responden menilai digitalisasi mampu meningkatkan mutu pembelajaran, mempermudah akses informasi, serta membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efisien dan interaktif.

Selain itu, mayoritas responden merasakan adanya perbaikan signifikan pada kondisi sekolah. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan setuju bahwa ketersediaan fasilitas umum, akses internet, dan pasokan listrik di lingkungan sekolah mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Meski mencatat hasil sangat positif, survei Litbang Kompas juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian. Di antaranya adalah kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah pelosok.

Baca Juga :  Mendagri Tito Minta Pemda Fokuskan Anggaran pada Enam Layanan Publik Esensial

Responden menilai peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta pendampingan intensif bagi siswa menjadi kebutuhan mendesak agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat berjalan optimal dan bertanggung jawab. Keterbatasan infrastruktur dasar juga masih menjadi kendala utama dalam implementasi Kelas Digital Huma Betang di daerah tertentu.

Kendati demikian, tingkat optimisme publik terhadap keberlanjutan program ini tetap sangat tinggi. Survei mencatat optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen, sementara dukungan publik terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang berada di angka 98 persen.

Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah melalui proses perancangan sejak 2024, dan direncanakan akan diperluas cakupannya pada tahun 2026. Survei Litbang Kompas ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.

Tingginya tingkat kepuasan dan dukungan publik tersebut menjadi modal kuat bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk melanjutkan agenda transformasi pendidikan. Keberhasilan Program Pendidikan Huma Betang juga dipandang sebagai salah satu indikator utama keberhasilan kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.(nr/sekaltengcom/diskominfosantik/kompas)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru