PULANG PISAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Penggerak (TP) Posyandu terus mempercepat transformasi layanan Posyandu agar menjadi pusat pelayanan publik terpadu yang menjangkau hingga pelosok desa. Inovasi ini mengusung enam cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta kesejahteraan sosial.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, yang mendorong pembangunan berorientasi dari desa ke kota. Transformasi Posyandu diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat sistem pelayanan berbasis komunitas.
Ketua TP Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya integrasi layanan ini sebagai bentuk adaptasi Posyandu terhadap dinamika sosial dan tantangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kini Posyandu tidak lagi hanya identik dengan layanan balita dan ibu hamil. Perannya telah meluas sebagai sentra layanan dasar masyarakat di desa-desa,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan program enam bidang SPM di Posyandu Harapan, Desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (13/6).
Sebagai bentuk implementasi nyata, TP Posyandu Kalteng menyalurkan sejumlah bantuan yang mencerminkan keterpaduan enam bidang pelayanan tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi:
Bidang pendidikan: 50 paket bingkisan edukatif untuk anak PAUD berisi perlengkapan belajar seperti alat tulis, tempat makan, dan tumbler.
Bidang kesehatan: Perlengkapan Posyandu seperti timbangan bayi dan timbangan injak, pita lila, serta pelatihan teknis kader kesehatan.
Bidang pekerjaan umum dan sanitasi: Satu set instalasi sanitasi air bersih untuk meningkatkan akses air layak konsumsi.
Bidang perumahan: Program perbaikan rumah tidak layak huni (bedah rumah) yang akan dilaksanakan di Desa Sakakajang.
Bidang perlindungan masyarakat: Edukasi dan simulasi penggunaan Aplikasi Satlinmas, satu unit alat pemadam api ringan (APAR), serta pelatihan kader keamanan lingkungan.
Bidang sosial: 20 paket sembako yang terdiri dari gula, minyak goreng, dan makanan ringan untuk keluarga prasejahtera.
Dalam sambutannya, Aisyah juga mengajak seluruh kader Posyandu di berbagai kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan semangat pelayanan.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kerja nyata, kita bisa mewujudkan desa yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan pembentukan kepengurusan TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau menjadi langkah strategis agar implementasi enam layanan dasar tersebut dapat dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau, perwakilan OPD dari provinsi dan kabupaten, serta anggota TP PKK Kabupaten Pulang Pisau yang memberikan dukungan terhadap inisiatif layanan terintegrasi ini. (nr/sekaltengcom/diskominfosantik)








