PALANGKARAYA- Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memperketat pengawasan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah, terhadap bahan pokok guna mengantisi lonjakan inflasi. langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau di pasaran.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sri Widanarni mengatakan bahwa tim pengendalian intilasi daerah (TPID) dari tingkat Provinsi, Kabupaten dan kota akan menggelar high level meeting guna menyenergikan berbagai upaya pengendalian harga.
“Kami beserta TPID dalam waktu dekat akan melaksanakan pertemuan tingkat pimpinan untuk mengkoordinasikan dengan para pemangku kepentingan masalah kebutuhan pokok dipasaran, harapannya masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar selama bulan Ramadan dan Idul Fitri,” katanya usai konferensi pers diruang rapat PBS, Rabu (5/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Widanarni mengatakan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada komunitas yang saat ini mengalami inflasi seperti Ayam Ras, dan Cabai tapi juga mencakup bahan pokok lainnya seperti beras, telur dan minyak goreng. Pemerintah Provinsi juga akan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan langkah-langkah strategis guna menekan potensi kenaikan harga yang signifikan.
“Sejumlah langkah yang diambil antara lain operasi pasar, sidak ke pasar tradisional serta pedagang besar hingga memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Kami tidak ingin ada pihak yang melakukan penimbunan terutama minyak goreng yang sering menjadi masalah pengawasan akan dilakukan agar pemasukan tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Dirinya juga mengatakan Pemerintah Provinsi Kalteng juga akan menggelar pasar murah dan pasar penyimbang sebagai langkah intervensi untuk memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami juga akan terus berupaya agar masyarakat dapat menjalani ibadah bulan suci Ramadan dengan tenang tanpa perlu khawatir kesulitan mendapatkan bahan pokok dan adanya kenaikan harga,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)








