Pemprov Kalteng Intensifkan Pengawasan Ketersediaan dan Harga Pangan Jelang Iduladha 1446 H/2025 M

- Publisher

Selasa, 3 Juni 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMANTAU : Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko saat melakukan pemantauan di Pasar Besar Palangkaraya, Selasa (3/6).(IST)

MEMANTAU : Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko saat melakukan pemantauan di Pasar Besar Palangkaraya, Selasa (3/6).(IST)

PALANGKA RAYA – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggencarkan pemantauan terhadap ketersediaan serta kestabilan harga bahan kebutuhan pokok. Kegiatan ini merupakan sinergi antara Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Pemantauan dilakukan di beberapa titik distribusi strategis, termasuk Pasar Besar dan Gudang Perum Bulog di kawasan Jalan Tjilik Riwut KM 7. Kegiatan ini dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. Dalam keterangannya, menyebutkan bahwa harga bahan pokok mayoritas masih terkontrol dan belum menunjukkan gejolak berarti.

“Dari hasil pengecekan, harga sejumlah komoditas pangan seperti gula pasir, beras, minyak goreng, dan bumbu dapur masih dalam kisaran yang dapat diterima masyarakat. Harga beras premium berkisar Rp16.000/kg, sedangkan beras medium sekitar Rp13.100/kg. Harga daging sapi masih di angka Rp140.000/kg, sementara daging ayam ras antara Rp30.000 hingga Rp34.000 per kilogram,” ujar Yuas, Selasa (03/06).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, selain harga yang relatif stabil, stok pangan yang tersedia di pasaran juga dinilai cukup untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga pasca Idul Adha.

Baca Juga :  Hadiri Pengajian, Kepala BKD Kalteng Sebut Untuk Pembinaan mental dan spiritual bagi ASN

Di lokasi berbeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Nurhani, memimpin kegiatan serupa di Pasar Kahayan dan area distribusi LPG di Jalan S. Parman. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga, termasuk untuk kebutuhan energi rumah tangga.

“Untuk LPG 3 kg, harga eceran masih berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Kami juga menemukan adanya sedikit fluktuasi harga pada telur, daging ayam, dan ikan, namun semuanya masih dalam rentang harga yang wajar,” jelas Nurhani.

Dalam hal komoditas minyak goreng, ia menyampaikan bahwa terjadi sedikit variasi harga di lapangan, berkisar antara Rp16.500 hingga Rp17.500 per liter. Walaupun harga tersebut melebihi HET yang ditetapkan pemerintah, pihaknya mengimbau para pelaku usaha agar tetap menjaga harga agar tidak merugikan konsumen.

“Pemerintah terus memantau pergerakan harga. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencari sumber permasalahannya. Kami akan selalu hadir untuk memastikan distribusi dan harga pangan tetap terkendali,” tegasnya.

Baca Juga :  Diskominfosantik Kembali Gelar Podcast Bersama Ketua KPU Kalteng

Dari sisi cadangan pangan, Perum Bulog melalui perwakilannya, Fetrus Rholando, memastikan bahwa persediaan beras untuk wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi sangat aman.

“Total cadangan beras di seluruh gudang Bulog wilayah Kalteng saat ini mencapai sekitar 17.000 ton. Khusus Palangka Raya, kami memiliki stok sekitar 2.500 ton yang tersebar di empat gudang operasional,” ungkap Fetrus.

Ia menambahkan bahwa untuk saat ini, program penyaluran beras melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sementara dihentikan karena fokus Bulog saat ini adalah penyerapan gabah dari petani lokal. Ia memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

“Kami menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan SPHP. Sementara itu, upaya menyerap hasil panen lokal terus dilakukan, bahkan hingga menambah kapasitas gudang,” jelasnya.

Kegiatan pemantauan ini juga melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk unsur Forkopimda, dinas dan instansi vertikal, perbankan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Satgas Pangan, sebagai bentuk kolaborasi dalam mengawal stabilitas ekonomi menjelang perayaan Idul Adha. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru