PALANGKA RAYA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam menanamkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali ditegaskan melalui program komunikasi publik yang inovatif. Dalam rangkaian kegiatan Kalteng Expo 2025, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng menggelar sebuah podcast bertema “Implementasi Nilai-Nilai Inti BerAKHLAK di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah”, pada Selasa (20/5).
Acara bincang santai namun penuh makna ini menampilkan Yosias, Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja, sebagai narasumber utama, didampingi oleh pembawa acara Novita Chandra Wijaya. Keduanya menggali lebih dalam mengenai pentingnya internalisasi nilai BerAKHLAK bagi seluruh pegawai negeri di lingkungan Pemprov Kalteng.
Menurut Yosias, nilai-nilai BerAKHLAK–yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif – bukan hanya sekadar jargon formal, melainkan prinsip kerja yang harus menyatu dalam keseharian ASN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nilai ini menjadi kerangka etis sekaligus panduan moral bagi ASN dalam menjalankan tanggung jawabnya. Ini tentang bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik, dengan integritas, serta mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya menanamkan nilai-nilai tersebut dilakukan secara sistematis melalui pendekatan evaluatif dan edukatif. Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah pelaksanaan dua jenis evaluasi: penilaian individu dan organisasi, yang bertujuan untuk menilai sejauh mana perilaku ASN telah mencerminkan nilai-nilai BerAKHLAK.
“Evaluasi ini bukan hanya untuk menilai, tapi juga memberi ruang bagi pembelajaran. Hasil evaluasi tahun 2024 menunjukkan skor 76,3 persen naik signifikan dibanding 59 persen pada tahun sebelumnya. Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi,” jelas Yosias.
Yang menarik, Kalimantan Tengah tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan evaluasi nilai BerAKHLAK secara terstruktur dan menyeluruh. Langkah ini diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam menumbuhkan budaya birokrasi yang melayani dan akuntabel.
Selain evaluasi, Pemprov Kalteng juga menggencarkan edukasi melalui berbagai platform komunikasi, termasuk media digital seperti podcast, untuk menyampaikan pesan secara luas dan efektif. Upaya ini tak hanya menyasar ASN, tetapi juga publik, agar tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Dengan semangat mewujudkan pelayanan publik yang prima dan birokrasi yang kredibel, podcast ini menjadi bagian dari strategi komunikasi untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada nilai dan etika.
“Pemerintahan yang baik tidak hanya dibangun dengan aturan, tetapi juga oleh karakter ASN-nya. Dan karakter itu dibentuk oleh nilai-nilai,” tutup Yosias. (nr/sekaltengcom)








