NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat langkah pencegahan kekerasan, perundungan, intoleransi, serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Narkoba bagi Pelajar SMP, yang digelar di Aula Bappedalitbang Lamandau, Selasa (7/10/2025).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, yang menegaskan bahwa kekerasan di dunia pendidikan merupakan isu serius yang harus segera ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.
“Data hasil asesmen nasional tahun 2022 menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan semakin memprihatinkan. Karena itu, Pemkab Lamandau membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) melalui Keputusan Bupati Nomor 188.45/26/I/HUK/2024,” ungkap Bupati Rizky.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pembentukan Satgas tersebut bertujuan memastikan setiap kasus kekerasan di sekolah dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan berkeadilan. Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah akan menjadi garda terdepan dalam menangani kasus yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan.
“Setiap tindakan harus berpedoman pada kebijakan nasional terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di dunia pendidikan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara TPPK sekolah dengan pihak berwenang, terutama jika kasus kekerasan telah memasuki ranah hukum.
“Jika kasus kekerasan memerlukan penanganan aparat penegak hukum, maka TPPK wajib memfasilitasi proses tersebut melalui koordinasi dengan Satgas Kabupaten atau lembaga hukum terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa apabila kasus tidak dapat diselesaikan di tingkat sekolah, maka harus segera diteruskan ke Satgas Kabupaten. Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan instansi teknis lainnya untuk memastikan penyelesaian kasus secara menyeluruh dan tuntas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik merasa aman, nyaman, dan terlindungi di lingkungan sekolah. Dunia pendidikan harus menjadi ruang tumbuh kembang yang positif, bukan tempat munculnya ketakutan,” tutup Bupati Rizky Aditya Putra.(nr/sekaltengcom)








