PALANGKA RAYA – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung, secara resmi meresmikan pembukaan Pameran Sains Interaktif yang menampilkan hasil riset mutakhir dari Jerman dengan fokus pada tiga ranah utama: Alam Semesta (Universum), Manusia (Mensch), dan Kecerdasan (Intelligenz). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula UPT Museum Balanga, Jumat (9/5), dan diawali dengan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Leonard menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis dalam mengedukasi masyarakat sekaligus membuka wawasan global, terutama bagi generasi muda di Kalteng. Menurutnya, Jerman dikenal sebagai negara dengan jejaring akademik dan penelitian yang luas serta menjadi destinasi penting bagi pelajar dan ilmuwan internasional.
“Pameran ini membawa lima subtema besar: Eksplorasi Kosmos, Evolusi dan Kehidupan Manusia, Kompleksitas Otak, Dinamika Aktivitas Manusia, hingga Perkembangan Kecerdasan Buatan,” ujar Leonard.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi peluang untuk mempererat kemitraan budaya dan ilmiah antara Kalimantan Tengah dan Jerman. Leonard mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sembari menanamkan semangat Isen Mulang sebagai landasan untuk terus maju.
“Sinergi antara ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan sektor pariwisata merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan Kalteng yang inovatif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Mengusung konsep immersive exhibition, pameran ini menawarkan pengalaman multisensori kepada pengunjung dengan menggabungkan teknologi interaktif, efek visual, dan tata suara untuk menciptakan suasana yang menggugah rasa ingin tahu. Khusus di Palangka Raya, pameran turut menampilkan keanekaragaman hayati khas Kalimantan Tengah—termasuk flora dan fauna endemik—dalam format yang edukatif dan menghibur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Adiah Chandra Sari, menambahkan bahwa festival sains ini akan berlangsung selama hampir dua bulan, dimulai pada awal Mei dan ditutup pada penghujung Juni. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memajukan literasi sains dan diplomasi budaya.
“Melalui ajang ini, kita memperlihatkan bahwa Kalimantan Tengah terbuka terhadap kolaborasi lintas bangsa dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Usai seremoni pembukaan, rombongan pejabat daerah bersama tamu undangan menjelajahi beberapa zona unggulan, seperti ruang UMI, galeri immersifiN, dan pojok rupiah yang menggambarkan sisi edukasi keuangan.
Acara ini turut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh penting, termasuk Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel, yang menyampaikan pidato kunci secara virtual. Hadir pula perwakilan Goethe-Institut Indonesia seperti Wakil Direktur Bidang Kebudayaan, Ulrike Drisner, dan pakar bahasa Antje Nehls, serta sejumlah pimpinan instansi kebudayaan dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Selatan, Kalbar, dan Kaltim.(nr/sekaltengcom)








