PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bersama istri, Ivo Sugianto Sabran datang ke TPS 01 untuk mencoblos pada Pilkada 2024. Adapun TPS 01 berada di jalan Ir. Juanda Kota Palangka Raya. Rabu, 27 November 2024.
Usai mencoblos di bilik suara, Gubernur memperlihatkan surat suara untuk dimasukkan ke kotak suara, kemudian mengambil tanda tinta di kelingking sebagai tanda selesainya pencoblosan.
Saat diwawancarai awak media, ia mengatakan telah menggunakan hak pilihnya selaku warga negara Indonesia dan warga Kalimantan Tengah untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perlu kita ketahui, bahwa hari ini sedang pelaksanaan pilkada, saya mengimbau dari tiga bulan lalu, kami meminta kepada masyarakat kalimantan tengah supaya menggunakan hak pilihnya berbondong-bondong ke TPS sesuai yang telah ditentukan,” tuturnya.
Ia menegaskan, bahwa pemilihan ini bukan hanya untuk lima tahun saja, tetapi untuk keberlangsungan pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan
“Gunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin bukan cuma lima tahun, tapi seorang pemimpin ketika dipilih harus sudah meletakkan dasar pembangunan provinsi/kabupaten/kota 20 tahun bahkan 100 tahun,” tegasnya.
Tambahnya, pembangunan Kalimantan tengah ke depan menggunakan RPJMD berkelanjutan dan berkesinambungan. Sugianto menerangkan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan lebih baik tepat sasaran dan lebih efisien.
Sugianto Sabran berharap masyarakat Kalimantan Tengah mendapatkan pemimpin yang terbaik, serta berpesan agar tidak terjadi keributan menjaga kondusifitas selama Pilkada.
“Mudah-mudahan masyarakat Kalimantan Tengah mendapatkan pimpinan yang sabar dalam menangani masyarakat dalam, pemimpin yang darmawan baik dalam kebijakannya, yang ketiga pimpinan tulus dan ikhlas membangun kalimantan lebih baik,” harapnya.
“Selaku pemimpin Kalimantan Tengah sebelum mengakhiri jabatan kami, kami ingin jangan sampai ada ribut ribut, kalaupun nanti sudah ada pemenang, siapapun yang menang itu merupakan takdir, kita harus dewasa ketika masuk ranah politik,” tutupnya.








