LAMANDAU — Suasana tak biasa terjadi di Kota Nanga Bulik dalam beberapa hari terakhir. Sejak Festival Babukung dibuka dan berlanjut dengan Lamandau Expo 2025, kawasan Alun-alun yang menjadi pusat kegiatan nyaris tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. Ribuan pengunjung dari Lamandau hingga luar daerah memadati pusat keramaian kota tersebut setiap hari.
Pantauan udara menggunakan kamera drone menunjukkan betapa padatnya arus pengunjung yang memenuhi area Alun-alun dan ruas jalan utama. Kerumunan besar yang terus berdatangan membuat lalu lintas tersendat hingga menimbulkan kemacetan panjang.
Salah seorang warga, Rahmat (28), mengaku suasana Lamandau malam hari kini menyerupai kota metropolitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa hari ini kalau malam padat dan macetnya luar biasa. Rasanya seperti di Jakarta. Antusias masyarakat benar-benar luar biasa,” ujarnya Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan bahwa kondisi kemacetan yang terjadi kali ini adalah yang terparah yang pernah ia saksikan di Lamandau. Bahkan, menurutnya sekitar 60 persen pengunjung yang hadir adalah anak muda, terutama saat konser dan kegiatan hiburan berlangsung.
“Baru kali ini macet sampai seperti ini. Saat pembukaan NDX AKA, parkiran sampai dua kilometer. Banyak yang jalan kaki menuju Alun-alun,” kata Rahmat
Lonjakan pengunjung ini menjadi bukti kuat bahwa Lamandau Expo 2025 telah berhasil menjadi magnet bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda yang mendominasi kegiatan tersebut. Namun demikian, padatnya arus pengunjung dan minimnya area parkir menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
Fenomena ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi penyelenggara dan pemerintah daerah untuk memperbaiki manajemen lalu lintas, memperluas fasilitas parkir, dan menyediakan jalur alternatif bagi pengunjung pada event besar mendatang. Lamandau Expo 2025 sekaligus menunjukkan potensi Nanga Bulik sebagai pusat kegiatan budaya dan hiburan yang semakin diminati masyarakat.(nr/sekaltengcom)








