Kawal Program Ketahanan Pangan, Gubernur Kalteng Targetkan 50 Ribu Hektare Sawah Baru

- Publisher

Kamis, 4 September 2025 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANEN RAYA : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin pelaksanaan panen raya padi di Desa Terusan Makmur Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, beberapa waktu lalu.(IST)

PANEN RAYA : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin pelaksanaan panen raya padi di Desa Terusan Makmur Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, beberapa waktu lalu.(IST)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional di sektor ketahanan pangan. Upaya ini meliputi cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan (oplah) di sejumlah kabupaten, guna memastikan pelaksanaan berjalan maksimal dan sesuai target.

“Pemerintah pusat dan daerah memiliki visi yang sama, bahwa ketahanan pangan adalah kebutuhan mendasar,” tegas Agustiar saat meninjau proyek cetak sawah di Desa Henda dan Mintin, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (4/9).

Ia menyebut hasil pemantauan langsung di lapangan membuatnya optimistis proyek cetak sawah tersebut akan sukses. Pemprov Kalteng, lanjutnya, turut mendampingi penuh proses konstruksi agar penyelesaian bisa 100 persen tepat waktu.

Untuk memperkuat pengawasan, Gubernur telah membentuk tim monitoring khusus yang dipimpin Wakil Gubernur Kalteng, bersinergi dengan tim lintas sektoral yang sudah ada.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, menambahkan bahwa program cetak sawah menjadi prioritas utama sekaligus barometer nasional. Dukungan provinsi, kata dia, tidak hanya berupa koordinasi, tetapi juga penyediaan sarana pendukung seperti alat mesin pertanian (alsintan) dan brigade pangan.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan penambahan luas baku sawah 40–50 ribu hektare tahun ini, di luar optimalisasi lahan sekitar 7–8 ribu hektare. Lokasi pengembangan tersebar di Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur (Kotim).

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Tolak WFH Pasca Lebaran, ASN Wajib Masuk 25 Maret

“Bayangkan jika 50 ribu hektare sawah bisa dipanen, dengan rata-rata varietas lokal seperti padi Siam menghasilkan 5–6 ton per hektare, produksi gabah Kalteng akan meningkat signifikan,” ungkap Rendy.

Hingga kini, progres lapangan menunjukkan land clearing atau pembersihan lahan mencapai sekitar 20 ribu hektare, sedangkan olah tanah sudah mencapai lebih dari 3 ribu hektare. “Pekerjaan terus berjalan dan hasilnya semakin terlihat,” pungkasnya. (nr/sekalteng)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru