PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional di sektor ketahanan pangan. Upaya ini meliputi cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan (oplah) di sejumlah kabupaten, guna memastikan pelaksanaan berjalan maksimal dan sesuai target.
“Pemerintah pusat dan daerah memiliki visi yang sama, bahwa ketahanan pangan adalah kebutuhan mendasar,” tegas Agustiar saat meninjau proyek cetak sawah di Desa Henda dan Mintin, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (4/9).
Ia menyebut hasil pemantauan langsung di lapangan membuatnya optimistis proyek cetak sawah tersebut akan sukses. Pemprov Kalteng, lanjutnya, turut mendampingi penuh proses konstruksi agar penyelesaian bisa 100 persen tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memperkuat pengawasan, Gubernur telah membentuk tim monitoring khusus yang dipimpin Wakil Gubernur Kalteng, bersinergi dengan tim lintas sektoral yang sudah ada.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, menambahkan bahwa program cetak sawah menjadi prioritas utama sekaligus barometer nasional. Dukungan provinsi, kata dia, tidak hanya berupa koordinasi, tetapi juga penyediaan sarana pendukung seperti alat mesin pertanian (alsintan) dan brigade pangan.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan penambahan luas baku sawah 40–50 ribu hektare tahun ini, di luar optimalisasi lahan sekitar 7–8 ribu hektare. Lokasi pengembangan tersebar di Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur (Kotim).
“Bayangkan jika 50 ribu hektare sawah bisa dipanen, dengan rata-rata varietas lokal seperti padi Siam menghasilkan 5–6 ton per hektare, produksi gabah Kalteng akan meningkat signifikan,” ungkap Rendy.
Hingga kini, progres lapangan menunjukkan land clearing atau pembersihan lahan mencapai sekitar 20 ribu hektare, sedangkan olah tanah sudah mencapai lebih dari 3 ribu hektare. “Pekerjaan terus berjalan dan hasilnya semakin terlihat,” pungkasnya. (nr/sekalteng)








