Kalteng Luncurkan Fitur Monitoring MBG di Aplikasi PENA, Pertama di Indonesia

- Publisher

Jumat, 12 September 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APLIKASI PENA

APLIKASI PENA

PALANGKA RAYA – Dunia pendidikan Kalimantan Tengah kembali mencatatkan inovasi baru. Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng resmi memperkenalkan fitur Monitoring Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam aplikasi PENA Kalteng, yang digadang menjadi terobosan digital pertama di Indonesia.

Program MBG sendiri merupakan salah satu prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Dengan fitur ini, seluruh proses penyaluran MBG dapat dipantau secara real time, mulai dari status penerimaan di sekolah, menu yang disediakan, hingga waktu penyajian oleh dapur penyelenggara.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam tayangan video yang tersebar di grup kepala sekolah se-Kalteng, menjelaskan mekanisme pemantauan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini aplikasi PENA Kalteng sudah dilengkapi menu khusus untuk program MBG. Fitur ini memungkinkan kita mengontrol langsung jalannya kegiatan makan bergizi gratis dari Bapak Presiden,” ujarnya sambil mendemonstrasikan tampilan aplikasi lewat layar TV interaktif, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga :  Sekda Lamandau Hadiri Buka Puasa Bersama Kodam XXII/Tambun Bungai

Reza menegaskan, peran operator sekolah menjadi kunci dalam memperbarui data.

“Jika sekolah sudah menerima MBG, operator tinggal approve. Warna hitam berarti belum menerima, sedangkan biru menandakan sudah menerima,” jelasnya.

Tak hanya sebatas status, sistem ini juga menampilkan detail menu makanan, jadwal pembagian, hingga waktu distribusi. Bahkan, data tersebut dapat langsung diakses Badan Gizi Nasional (BGN) untuk keperluan evaluasi dan pengawasan mutu.

“Dengan begitu, transparansi terjaga dan kualitas gizi lebih terkontrol,” tambah Reza.

Baca Juga :  Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Ia menilai, inovasi ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dalam mengedepankan transformasi digital di dunia pendidikan.

“Ini langkah pertama di Indonesia, belum ada provinsi lain yang memiliki. Kita patut berbangga sekaligus berterima kasih kepada tim pengembang aplikasi,” tegasnya penuh optimisme.

Lebih lanjut, Reza mengajak seluruh kepala sekolah di Kalteng untuk aktif mensosialisasikan aplikasi tersebut kepada para operator, agar setiap data MBG terdokumentasi secara rapi dan akurat.

“Dengan kerja sama semua pihak, program MBG dapat meningkatkan kualitas gizi siswa sekaligus mendukung pembelajaran yang lebih optimal,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru