IPM Kalteng 2025 Tembus 74,86. Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat

- Publisher

Kamis, 6 November 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA – Capaian pembangunan manusia di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 74,86, naik 0,78 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 74,28. Dengan capaian tersebut, Kalteng resmi masuk dalam kategori “tinggi” dan mencatat pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.

“Pertumbuhan IPM Kalteng tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya serta di atas rata-rata pertumbuhan periode 2020–2024,” ujar Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, saat rilis data resmi di Palangka Raya, Rabu (5/11).

Agnes menjelaskan, peningkatan IPM tahun ini didorong oleh perbaikan signifikan di seluruh komponen pembentuk IPM, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk komponen kesehatan, umur harapan hidup saat lahir di Kalteng kini mencapai 74,01 tahun, meningkat 0,28 tahun atau 0,38 persen dibanding tahun lalu. Artinya, bayi yang lahir pada tahun 2025 diperkirakan dapat hidup hingga usia tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Gelar Pertemuan Untuk Menyelaraskan Program Pemerintah Pusat dan Daerah

Dari aspek pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat Kalteng kini berada di angka 8,96 tahun, atau setara dengan pendidikan hingga kelas 3 SMP. Sementara harapan lama sekolah mencapai 12,78 tahun, setara dengan kuliah tahun pertama.

Adapun dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12,61 juta per orang, meningkat Rp309 ribu atau 2,51 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini mencerminkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Tengah yang terus membaik, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi,” tegas Agnes.

Lebih lanjut, BPS mencatat bahwa peningkatan IPM tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah. Kota Palangka Raya masih menjadi daerah dengan kategori IPM “sangat tinggi”, menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan dan ekonomi di Kalteng.

Sementara itu, 13 kabupaten lainnya masuk kategori “tinggi”, namun dengan laju pertumbuhan yang bervariasi. Tahun ini, Kabupaten Murung Raya mencatat pertumbuhan IPM tertinggi di Kalteng, yakni 1,06 persen, disusul Kabupaten Barito Timur (0,92 persen) dan Kotawaringin Barat (0,89 persen).

Baca Juga :  Penampilan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, Memukau Ribuan Warga Palangkaraya pada Malam Pergantian Tahun

“Secara umum, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan IPM yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir. Ini menunjukkan arah pembangunan manusia di Kalteng semakin positif dan inklusif,” ujar Agnes.

BPS menilai peningkatan ini juga menunjukkan efektivitas berbagai program pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah menuju kategori IPM “sangat tinggi” secara provinsi. Namun, BPS mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah memperkecil kesenjangan antarwilayah, terutama antara kota dan kabupaten di kawasan pedalaman.

“Pemerataan pembangunan masih menjadi kunci agar capaian IPM tidak hanya tinggi di ibu kota provinsi, tetapi juga merata hingga ke pelosok daerah,” tutup Agnes.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru