Inspektorat Kalteng Umumkan Nilai Awal Desa Antikorupsi, KPK Beberkan Hasil Monitoring

- Publisher

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Eko Sulistiyono.(IST)

Foto Eko Sulistiyono.(IST)

PALANGKA RAYA – Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) kembali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Calon Desa Percontohan Antikorupsi secara virtual, Jumat (29/8/2025). Agenda ini sekaligus menjadi ajang penyampaian nilai sementara hasil verifikasi KPK terhadap 13 desa calon percontohan.

Plt. Inspektur Daerah Provinsi Kalteng, Eko Sulistiyono, menegaskan bahwa proses monev bertujuan mempercepat perbaikan indikator yang masih belum terpenuhi. Ia mengungkapkan, enam desa masih membutuhkan pendampingan intensif agar dapat menyamai progres desa lain.

“Harapan Gubernur sudah jelas, tidak ada satu pun dari 13 desa perwakilan kabupaten yang tertinggal. Semuanya harus mampu meraih status Desa Percontohan Antikorupsi,” tegas Eko.

Ia menambahkan, desa-desa tersebut dituntut lebih proaktif, tidak hanya menunggu arahan, melainkan melakukan evaluasi mandiri (self-assessment), mengenali kekurangan, serta aktif berkoordinasi dengan tim kabupaten maupun provinsi.

“Nilai yang disampaikan KPK hari ini bukan hasil akhir, tetapi pemicu semangat untuk segera menutup celah yang masih ada. Predikat Desa Antikorupsi bukan sekadar prestasi, tapi tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas,” jelasnya.

Lebih jauh, Eko mengajak seluruh desa untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas.

Sementara itu, KPK melalui Lidia Vega dari Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit. Permas) memaparkan hasil penilaian sementara sebagai berikut,

Baca Juga :  Dinas PM-PTSP Gelar Berbagi Sembako, Jaga Keharmonisan dan Silaturahmi saat Ramadan

Desa Sungai Udang (Seruyan) : 61,5,

Desa Beringin Tunggal Jaya (Kotawaringin Timur) : 79,0,

Desa Telok (Katingan) : 38,5, Desa Sabuai (Kotawaringin Barat) : 72,0

Desa Kartamulia (Sukamara) : 60,0

Desa Beruta (Lamandau) : 62,5

Desa Bukit Sawit (Barito Utara) : 64,5

Desa Bahitom (Murung Raya) : 79,5

Desa Patas 1 (Barito Selatan) : 65,5

Desa Bagok (Barito Timur) : 66,0

Desa Bungai Jaya (Kapuas) : 48,0

Desa Talio Muara (Pulang Pisau) : 62,5

Desa Tumbang Malahoi (Gunung Mas) : 77,5

“Dengan hasil ini, beberapa desa menunjukkan capaian signifikan, sementara sebagian lainnya perlu percepatan perbaikan untuk memenuhi standar yang ditetapkan KPK,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru