BUNTOK – Di tengah situasi darurat akibat banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata masyarakat, Minggu (27/4). Peninjauan dilakukan di beberapa desa terdampak, sekaligus untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga.
Desa Pararapak menjadi titik awal kunjungan Gubernur. Di lokasi ini, banjir menyebabkan kerusakan parah pada akses jalan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalteng per 26 April 2025, ketinggian air mencapai 50 cm. Kondisi tersebut mengakibatkan permukaan jalan berlubang dan retak, sehingga membahayakan aktivitas warga.
Setelah dari Pararapak, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Talio, yang lebih parah terdampak banjir. Dengan ketinggian air yang mencapai 94 cm, desa ini mencatat lebih dari 500 Kepala Keluarga atau sekitar 1.700 jiwa terdampak langsung. Di sana, Gubernur menyerahkan secara simbolis 60 paket sembako kepada warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan ini turut didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Keduanya juga meninjau langsung posko dapur umum di kawasan Iring Witu. Bentuk kepedulian lebih lanjut ditunjukkan Gubernur dengan memberikan sumbangan dana pribadi guna menambah stok bahan pangan di dapur umum tersebut.
“Banjir bukan hanya bencana fisik, tapi juga ujian kemanusiaan. Kita harus hadir, cepat, dan menyeluruh dalam penanganannya,” ujar Gubernur Agustiar Sabran dalam wawancaranya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng untuk terus siaga dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir yang kini mulai menjadi siklus tahunan di sejumlah wilayah. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan antar pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan lingkungan.
“Kami mendorong seluruh kepala daerah untuk serius mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai langkah preventif jangka panjang. Upaya kolektif ini akan berdampak besar pada penanggulangan bencana secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai wujud tanggung jawab kemanusiaan, Pemprov Kalteng telah mendistribusikan 3.000 paket bantuan yang masing-masing berisi 5 liter beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Tak hanya itu, berbagai layanan turut disiagakan mulai dari perahu evakuasi, posko kesehatan, hingga layanan trauma healing untuk perempuan dan anak-anak yang terdampak secara psikis akibat banjir.
Dalam kunjungan ini, Gubernur juga didampingi oleh Plt Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, unsur Forkopimda Provinsi, para staf ahli gubernur, kepala perangkat daerah, tenaga medis, relawan, hingga psikolog. Turut hadir pula Bupati Barito Selatan beserta Forkopimda dan Sekda setempat yang turut mendampingi jalannya kegiatan. (nr/sekaltengcom)








