SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menunjukkan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur jalan dengan memulai perbaikan ruas Jalan Muhammad Hatta atau yang dikenal sebagai Jalan Lingkar Selatan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pada Sabtu (17/5), kegiatan awal perbaikan mulai tampak di lapangan. Sejumlah pekerja tampak memasang rangka besi sebagai fondasi jalan, menyusun kerikil, dan melakukan pemerataan permukaan. Material konstruksi mulai didistribusikan ke lokasi, serta papan informasi proyek telah dipasang sebagai penanda dimulainya pengerjaan.
“Ini bagian dari wujud nyata komitmen kami mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang menjadi akses vital seperti Jalan Lingkar Selatan ini,” ujar Agustiar Sabran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa kondisi jalan tersebut selama ini telah mempengaruhi aktivitas logistik dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, proyek ini menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi memastikan anggaran telah dialokasikan secara tepat dan efisien.
Saat ini, proses perbaikan difokuskan pada satu sisi jalan, memungkinkan kendaraan besar tetap dapat melintas secara bergiliran di jalur yang belum dikerjakan. Masyarakat menyambut baik proyek ini karena selama ini kerusakan jalan sering menimbulkan kemacetan dan kerugian material.
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur. Sudah lama kami harapkan perbaikan ini, semoga cepat selesai supaya mobilitas lancar dan kerusakan tidak makin parah,” kata Supian, sopir truk yang sering melintasi jalur tersebut.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, Juni Gultom, menyatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti arahan gubernur dengan menurunkan tim teknis ke lapangan. Ia menambahkan, Jalan Lingkar Selatan memiliki fungsi penting sebagai akses penghubung kawasan industri dan jalur distribusi barang.
“Jika tidak ditangani segera, kendaraan bertonase besar akan tetap masuk ke dalam kota dan memperburuk kondisi jalan dalam kota yang sudah padat. Ini jelas berdampak pada pembengkakan biaya pemeliharaan setiap tahun,” jelas Juni.
Pemerintah menargetkan pelaksanaan proyek ini dilakukan dengan pengawasan ketat agar hasilnya optimal dan tahan lama. Keberadaan jalan ini diharapkan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah melalui kelancaran transportasi dan distribusi logistik. (br/sekaltengcom)








