PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Gubernur Agustiar Sabran telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Maranatha Palangka Raya. Agustiar menargetkan pembangunan selesai Juli 2026 bahkan lebih cepat.
“Selesainya bulan Juli kalau bisa lebih cepat lagi lebih baik. Karena banyak orang yang beribadah, banyak ingin yang berbuat baik, banyak yang mendoakan,” kata Gubernur saat diwawancarai awak media.
Ia juga menekankan bahwa untuk penanaman pohon di lingkungan gereja menjadi implementasi menjaga lingkungan dan agama yang harus bersatu, selaras.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan dimulainya pembangunan rumah ibadah ini Gubernur berharap seluruh unsur masyarakat menjaga toleransi umat beragama yang telah terjaga baik di Kalimantan Tengah.
“Semoga kita ini kedepannya memberi pencerahan kepada kita semua, menjaga toleransi yang sudah tertanam dengan baik di seluruh umat di bumi Pancasila Bumi Tambun Bungai,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Sinode GKE Pdt Simpon F Lion mengapresiasi pemerintah provinsi atas dukungan dalam rumah ibadah tersebut. Simpon mengatakan, gereja ini menjadi kerinduan mendalam jemaat GKE.
“Kami bersyukur, Karena kerinduan untuk kembali membangun gedung Gereja Maranatha dapat dimulai hari ini. Kami sungguh berbahagia karena ini menjadi gambaran bahwa apa yang dirindukan pasti diberkati oleh Tuhan. kami memegang janji dari pak Gubernur, kami percaya Karena membangun rumah ibadah itu kan dengan kebersamaan dengan iman. kami berharap penuh pengharapan Tuhan akan bekerja,” kata Simpon.
Kemudian turut hadir ketua panitia pembangunan Rawing, mengatakan bahwa dukungan anggaran yang diterima sebesar 40 miliar dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah.
“Saya pikir Gubernur kita itu luar biasa menjaga betul keragaman umat beragama. Terkait penyelesaian pembangunan gereja ini saya optimis karena kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melalui PUPR, dengan dianggarkan tahun ini 20 miliar, tahun depan 20 miliar menjadi anggarannya 40 miliar. Ini akan menjadi gereja ikonik dan modern tidak hanya tempat ibadah tapi gereja ini tempat yang nyaman bagi jemaat,” tuturnya. (dcc/sekaltengcom)








