KUALA KAPUAS – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, terus mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat melalui berbagai program pro-rakyat, salah satunya adalah perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menjamin hak dasar warga atas tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni.
Saat mengunjungi lokasi rencana pelaksanaan program di Desa Simpang Bunga Tanjung, Kecamatan Kapuas Kuala, Rabu (7/5), Gubernur menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintah turut aktif menyukseskan Program Rumah Layak Huni atau Bedah Rumah.
“Ini bagian dari kebijakan nasional. Program bedah rumah ini harus menjangkau warga yang memang membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya tidak layak ditempati karena kondisi lingkungan atau faktor ekonomi,” terang Agustiar Sabran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di desa tersebut, Gubernur meninjau langsung kondisi pemukiman yang terdampak pasang air tinggi dan tidak memenuhi standar kelayakan tempat tinggal. Ia memastikan agar proses identifikasi dan pelaksanaan renovasi rumah berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Setelah melakukan peninjauan lokasi bedah rumah, Gubernur dan rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi Pelabuhan Batanjung, yang berfungsi sebagai pusat distribusi hasil pertanian dan pangan dari kawasan Food Estate di wilayah Kapuas dan Pulang Pisau ke berbagai daerah di Indonesia.
Gubernur menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung di pelabuhan tersebut agar proses distribusi pangan berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
“Pelabuhan ini punya peran penting dalam rantai pasok pangan. Kita perlu memastikan infrastrukturnya siap dan mampu mendukung arus logistik secara maksimal,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih bermartabat dan sejahtera, sekaligus mengurangi angka kemiskinan melalui intervensi langsung terhadap kebutuhan dasar warga.
Sementara Kepala Desa Simpang Bunga Tanjung, Padlie, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalteng. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 50 unit rumah warga telah diusulkan untuk diperbaiki.
“Kami sangat bersyukur. Rumah-rumah ini memang sudah tidak layak ditinggali. Sebagian besar sering terendam air dan membahayakan kesehatan penghuninya. Semoga dengan bantuan ini, warga bisa hidup lebih nyaman dan sehat,” katanya.
Kegiatan kunjungan ini diikuti oleh Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, sejumlah pejabat dari Forkopimda Provinsi, serta Kepala Perangkat Daerah dari tingkat provinsi dan kabupaten. Bupati Kapuas H. Wiyatno dan Wakil Bupati Dodo turut hadir mendampingi selama peninjauan berlangsung. (nr/sekaltengcom)








