Cabai, Ayam, dan Emas Picu Tekanan Harga, Pemprov Kalteng Perketat Pengendalian Inflasi

- Publisher

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IST/Foto Yuas Elko

IST/Foto Yuas Elko

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (3/3/2026).

Rakor tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. Turut hadir Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Setda Kalteng, Fanny Kartika Oktavianti, bersama jajaran perangkat daerah dan instansi vertikal yang terkait dengan stabilitas harga dan pasokan.

Dalam pemaparan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Februari 2026 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Selain itu, sektor perawatan pribadi dan berbagai jasa lainnya turut memberikan andil terhadap tekanan inflasi bulan berjalan.

Sejumlah komoditas strategis tercatat menjadi penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai daerah. Di antaranya emas perhiasan, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Fluktuasi harga pangan ini dinilai sensitif karena langsung berdampak pada belanja rumah tangga masyarakat.

BPS menegaskan bahwa pergerakan harga antarwilayah masih menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, pemantauan melalui IPH menjadi instrumen penting dalam mendeteksi potensi gejolak harga lebih dini, sekaligus sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.

Baca Juga :  Dorong Ekowisata Pulau Hanibung, Hj. Mariani Salurkan Pokir untuk Pengadaan Tiga Perahu Wisata

Sementara itu, Kantor Staf Presiden menekankan perlunya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis.

Langkah konkret yang didorong meliputi percepatan distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit, penguatan intervensi pasar, serta pengawasan harga secara berkelanjutan. Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga yang masih fluktuatif.(nr)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru