NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa pemusatan pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 tidak sekadar menjadi persiapan teknis menjalankan tugas upacara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan jiwa pengabdian generasi muda.
Hal itu disampaikan Rizky saat membuka secara resmi pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Kabupaten Lamandau di Nanga Bulik. Ia menilai para peserta yang berhasil lolos seleksi merupakan putra-putri terbaik daerah yang kini memikul amanah untuk menjalankan tugas negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, terpilih menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan. Namun, status tersebut juga membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan. Jadikan kesempatan ini untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian,” ujar Rizky, Senin (3/8/2026).
Ia berharap seluruh rangkaian pembinaan dapat dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan Paskibraka, kata dia, harus mampu melahirkan generasi yang memiliki nasionalisme kuat, berintegritas, disiplin, berjiwa pemimpin, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.
Rizky menekankan, nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai. Karakter yang terbentuk selama mengikuti pelatihan diharapkan menjadi modal penting bagi para peserta dalam menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
“Nilai-nilai tersebut tidak hanya bermanfaat saat menjalankan tugas mengibarkan bendera, tetapi juga akan menjadi bekal dalam meniti masa depan,” katanya.
Kepada para calon Paskibraka, Rizky meminta agar seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan diikuti secara serius dan disiplin. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga sikap, kekompakan, serta menghormati setiap arahan dari pelatih, pembina, dan pamong.
“Jalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh. Hormati para pelatih, pembina, dan pamong yang akan mendampingi selama proses pembinaan,” pesannya.
Rizky juga memberikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pembina, pelatih, pamong, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam menjalankan gerakan dan formasi upacara, tetapi juga oleh proses pembentukan mental serta karakter yang dilakukan secara konsisten.
“Saya titipkan putra-putri terbaik Kabupaten Lamandau untuk dibina menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lamandau, lanjut Rizky, berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial.
Dengan demikian, momentum Paskibraka 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan petugas upacara yang mampu menjalankan tugas secara sempurna, tetapi juga generasi muda Lamandau yang siap menjadi penerus pembangunan daerah serta memiliki semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.(nr)








