NANGA BULIK – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Sepaku dan Desa Parigi di Kabupaten Lamandau kembali menuai sorotan masyarakat. Dalam beberapa pekan terakhir, keluhan warga mengenai kerusakan jalan yang semakin parah terus bermunculan, baik melalui media sosial maupun laporan langsung ke pemerintah daerah.
Kerusakan yang terjadi di jalur utama penghubung antardesa itu bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan. Lubang besar dan permukaan jalan yang dipenuhi bebatuan membuat kendaraan, terutama roda dua, kesulitan melintas. Tidak jarang pula truk pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit terbalik akibat jalan yang licin dan bergelombang.
“Jalan ini sudah rusak parah. Lubangnya semakin dalam dan banyak kendaraan yang tergelincir, terutama saat hujan. Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaikinya karena ini satu-satunya akses utama,” keluh Misran, warga Desa Sepaku, saat dihubungi, Selasa (14/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani dan sopir angkutan sawit yang setiap hari melewati jalur tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, telah menjadikan perbaikan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.
“Saya memahami betul keresahan masyarakat. Mohon bersabar, karena kami sedang memproses upaya perbaikan sesuai tahapan yang berlaku. Saya baru beberapa bulan menjabat, namun masalah jalan ini sudah kami masukkan dalam prioritas utama,” ujar Rizky yang akrab disapa Rizky Mahodenk.
Bupati menambahkan, penanganan kerusakan jalan membutuhkan waktu karena harus melalui proses administrasi, mulai dari perencanaan teknis, penetapan anggaran, hingga pelaksanaan proyek di lapangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut.
“Kami akan berupaya secepat mungkin agar masyarakat bisa kembali menikmati akses jalan yang aman dan layak. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang,” tegasnya.
Kerusakan jalan Sepaku–Parigi yang semakin parah ini tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi dan distribusi hasil pertanian, tetapi juga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan. Warga berharap, komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur dasar benar-benar terealisasi dalam waktu dekat.(nr/sekaltengcom)








