PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyimak arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada rapat inflasi secara virtual. Senin, 24 Maret 2025.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan inflasi year on year Februari 2025 di angka -0,09%. Sedangkan inflasi Month to month -0,40%.
Hal ini menandakan angka deflasi, yang dipengaruhi daya beli masyarakat yang masih terjaga ditambah suplai yang mencukupi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu yang menyebabkan terjadinya penurunan inflasi, ditambah lagi adanya subsidi Pemerintah pada sektor listrik,” ujarnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan gambaran secara historis kelompok penyumbang andil inflasi pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri, berkaca pada tahun 2024.
“Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kelompok Transportasi, Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya,” kata Amalia.
Ia memaparkan, pada Maret 2024 Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menyumbang andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,41%.
Kemudian terdapat andil inflasi dari transportasi, pakaian dan alas kaki yang dipengaruhi oleh arus mudik dan kebiasaan masyarakat yang membeli pakaian lebaran.
“Pada April 2024, Kelompok Transportasi memberi andil terbesar yaitu 0,12%. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menyumbang inflasi sebesar 0,08%. Kelompok Pakaian dan Alas Kaki memberi andil inflasi pada April sebesar 0,02%,” tuturnya. (dcc/sekaltengcom)








