KOTAWARINGIN TIMUR – Perubahan zaman yang kian cepat menuntut dunia pendidikan beradaptasi lebih dari sekadar pembaruan kurikulum. Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan, peningkatan mutu pembelajaran harus menyentuh langsung pada metode mengajar guru dan pengalaman belajar siswa di kelas.
“Transformasi pembelajaran tidak cukup hanya mengganti atau memodifikasi kurikulum. Yang terpenting adalah implementasinya—bagaimana guru mampu membuat siswa memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan yang diperoleh,” ujar Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kotim, Edi Sucipto, Senin, (28/7/2025).
Ia menilai pendekatan deep learning menjadi salah satu jawaban atas tantangan pendidikan masa kini. Metode ini mendorong proses belajar yang lebih aktif, mendalam, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Dalam skema ini, guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu, bukan sekadar pengajar yang mentransfer materi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin siswa tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami makna dari apa yang mereka pelajari. Itulah esensi pembelajaran bermakna,” tegasnya.
Edi menambahkan, kunci keberhasilan transformasi ada pada perubahan pola pikir guru dalam merancang strategi mengajar. Guru harus terus mengasah kompetensi agar mampu beradaptasi dengan karakter generasi kini yang lebih visual, kritis, dan cepat menyerap informasi.
“Perubahan pendidikan sejati dimulai dari ruang kelas—dari strategi mengajar yang tepat, bukan sekadar dari dokumen kurikulum,” pungkasnya.(nr)








