KOTAWARINGIN TIMUR – Sebanyak 154 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit resmi dilepas untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun akademik 2024–2025. Kegiatan ini menjadi ajang penerapan ilmu yang mereka peroleh di kampus ke dalam kehidupan nyata, sekaligus mengasah keterampilan sosial dan profesional.
Ketua Pelaksana KKN dan PKL, Deky Prasetyo, mengungkapkan bahwa peserta terdiri dari 20 mahasiswa Program Studi Kewirausahaan dan 134 mahasiswa Program Studi Manajemen. Mereka dibagi dalam 14 kelompok, masing-masing didampingi seorang dosen pembimbing.
“KKN di STIE Sampit memiliki konsep unik. Selain berfokus pada pengabdian langsung kepada masyarakat, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan di lingkungan kampus. Model ini memperluas wawasan dan pengalaman mereka,” ujar Deky saat acara pelepasan di Gedung Wanita, Senin (20/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Ketua STIE Sampit, Seanewati Oetama, memberi pesan motivasi kepada para peserta. Menurutnya, KKN adalah momen penting untuk membangun interaksi dengan masyarakat, memahami persoalan riil di lapangan, serta mencari solusi yang tepat.
“Melalui KKN, mahasiswa dapat melihat langsung tantangan yang dihadapi masyarakat dan menerapkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.
Seanewati juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama bertugas, termasuk saat berinteraksi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Bersikaplah sopan, bangun kerja sama yang harmonis, pelajari budaya setempat, serta utamakan keamanan dan kesehatan. Setiap program yang dijalankan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, Pihak kampus optimistis, sinergi antara KKN dan PKL tahun ini akan memberi manfaat ganda: memberdayakan masyarakat sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan yang membentuk karakter profesional. (nr/sekaltengcom)








