NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali mengambil langkah konkret menjaga daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa (4/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
GPM menghadirkan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan berkualitas sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan gejolak harga komoditas strategis.
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi, terutama di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang masih berpengaruh terhadap pergerakan harga pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah Kabupaten Lamandau mengambil langkah nyata melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lamandau menyediakan tujuh komoditas pangan strategis dengan dukungan subsidi pemerintah. Komoditas tersebut meliputi beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Beras premium kemasan lima kilogram disediakan sebanyak 650 sak dengan harga Rp67.000 per sak. Sementara telur ayam tersedia sebanyak 600 piring dan dijual Rp46.000 per piring.
Untuk komoditas lainnya, gula pasir disediakan sebanyak 500 kilogram dengan harga Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng sebanyak 600 liter dijual Rp19.000 per liter.
Adapun bawang merah dipasarkan Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai dijual Rp32.000 per setengah kilogram.
Abdul Hamid menyebut subsidi yang diberikan pemerintah berada pada kisaran 5 hingga 35 persen dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kabupaten Lamandau.
Ia berharap GPM tidak hanya meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sementara stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga,” pungkasnya.(nr)








