NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau mempercepat pemerataan akses internet hingga wilayah pelosok dengan memanfaatkan teknologi internet satelit. Sebanyak 170 unit perangkat Starlink dialokasikan untuk mendukung pelayanan publik di daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan atau berada di kawasan blankspot.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Lamandau, Senin (17/8/2026).
Seremoni tersebut turut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah perwakilan penerima manfaat dari fasilitas pelayanan publik dan pemerintahan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan perangkat internet satelit itu merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari program prioritas Gubernur Kalteng untuk memperluas konektivitas digital di wilayah yang terkendala kondisi geografis,” sampai Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.
Untuk Lamandau, sebanyak 170 perangkat Starlink disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai titik. Penempatan diprioritaskan pada wilayah yang belum terjangkau jaringan internet secara optimal, sehingga keberadaan perangkat tersebut diharapkan mampu membuka akses komunikasi yang selama ini menjadi kendala.
Pemkab Lamandau menegaskan pemanfaatan Starlink tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan akses internet, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pelayanan publik berbasis digital.
“Perangkat akan ditempatkan pada sejumlah fasilitas strategis, antara lain puskesmas dan pustu, sekolah, kantor kecamatan, kantor desa serta kelurahan,” Rizky.
Di tingkat pemerintahan desa, koneksi internet yang lebih stabil akan membantu aparatur menjalankan berbagai kebutuhan administrasi, penginputan data, pelaporan serta layanan masyarakat yang kini semakin banyak menggunakan sistem digital.
Sektor kesehatan juga menjadi salah satu prioritas. Akses internet yang memadai dapat mendukung tenaga kesehatan dalam mengoperasikan sistem informasi kesehatan, menyampaikan laporan secara berkala, berkomunikasi dengan fasilitas kesehatan lain, hingga mempercepat koordinasi ketika menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan rujukan pasien.
Sementara pada sektor pendidikan, jaringan internet tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi sekolah di wilayah pedalaman untuk mengakses sumber belajar digital, melaksanakan pembelajaran daring, serta mendukung kegiatan yang membutuhkan koneksi internet, termasuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
“Kami memandang pemerataan konektivitas sebagai kebutuhan penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat dan pemerintah terhadap layanan digital,” ujar Rizky.
Keterbatasan jaringan selama ini tidak hanya menyulitkan komunikasi, tetapi juga dapat menghambat pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan hingga akses masyarakat terhadap informasi.
Karena itu, kehadiran 170 unit Starlink diharapkan mampu mempersempit kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan kawasan pelosok.
Dengan konektivitas internet yang lebih stabil, pemerintah berharap produktivitas aparatur dan masyarakat meningkat, proses birokrasi menjadi lebih cepat, serta pelayanan dasar di wilayah terpencil dapat berjalan lebih optimal.
“Saya juga meminta seluruh penerima bantuan menjaga perangkat dengan baik dan memastikan penggunaannya diprioritaskan untuk kepentingan pelayanan publik serta kebutuhan masyarakat,” ucap Rizky.
Program tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis Lamandau dalam memperluas konektivitas digital. Pemerintah berharap kondisi geografis yang selama ini menjadi tantangan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat pelosok untuk memperoleh akses informasi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan berbasis digital.(nr).








