PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, kembali melakukan penyegaran di tubuh birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan melantik enam pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program prioritas daerah yang tengah digencarkan Pemprov Kalteng.
Enam pejabat yang resmi dilantik masing-masing Eko Sulistiono sebagai Inspektur Daerah Provinsi Kalteng, M. Reza Prabowo sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Agus Candra sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Rangga Lesmana sebagai Kepala Biro Umum Setda Kalteng, Betri Susilawati sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Kalteng, serta Rus’ansyah sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Agustiar Sabran menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka yang dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Selamat kepada saudara-saudara yang telah dipercaya mengemban tugas ini. Saudara merupakan figur terbaik yang terpilih melalui proses seleksi terbuka yang objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” kata Agustiar.
Ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, serta tanggung jawab untuk melayani masyarakat.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan tugas dan lingkungan kerja masing-masing serta langsung bergerak menjalankan program yang telah ditetapkan.
Menurut Agustiar, percepatan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antarlembaga dan organisasi perangkat daerah agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Gubernur juga menyoroti sejumlah sektor strategis yang memerlukan perhatian serius, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, hingga pengawasan pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran serta ketepatan pelaksanaan program agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan pedalaman Kalimantan Tengah.
Agustiar berharap para pejabat baru mampu menghadirkan inovasi, terobosan, dan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan realisasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang kuat di setiap perangkat daerah, saya berharap kinerja pemerintahan semakin efektif, responsif, dan profesional dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” tegasnya.
Penyegaran birokrasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong percepatan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.(nr)








