Kalteng Alami Deflasi month to month 0,46%, tetap Antisipasi Kenaikan Daging Ayam Ras dan Cabai

- Publisher

Senin, 3 Maret 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti (kanan) bersama Plh. Karo Ekonomi Fanny (kiri).(IST)

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti (kanan) bersama Plh. Karo Ekonomi Fanny (kiri).(IST)

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah gelar konferensi pers terkait inflasi Kalteng Februari 2025. Kegiatan ini dipandu oleh Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti di ruang Vcon BPS Kalteng. Senin, 3 Maret 2025.

Agnes menyampaikan, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi bulan ke bulan (Februari 2025 terhadap Januari 2025) sebesar 0,46% sedangkan inflasi tahun ke tahun Februari 2025 terhadap Februari 2024 sebesar 0,28%

Sedangkan secara tahun ke tahun, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi kelompok makanan minuman dan tembakau andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah yaitu 1,49%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sedangkan Deflasi, Kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga memiliki andil terbesar terhadap deflasi bulanan Kalimantan Tengah yaitu sebesar 0,38%,” sebutnya.

Secara bulan ke bulan, andil Komoditas inflasi adalah emas perhiasan 0, 06% kangkung 0,03%, sigaret kretek mesin 0,03%, beras 0,03%, bensin 0,03%. Sedangkan komoditas andil deflasi yaitu tarif listrik -0,38%, daging ayam ras -0,24%, bawang merah -0,07%, cabai rawit -0,03%, tomat -0,03%.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Hadiri Rakor Operasi Ketupat 2026, Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran di Kalteng Siap Total

“Secara tahunan, andil komoditas inflasi yaitu 0,32% Mas perhiasan, ikan gabus 0,24%, sigaret kretek mesin 0,19%, minyak goreng 0,15%, cabe rawit 0,14%. Sedangkan andil deflasi tarif listrik -1,92%, angkutan udara -0,14%, tomat -0,11%, bahan bakar rumah tangga -0,05%, ikan asin sepat -0,02%,” paparnya.

Agnes juga mengatakan empat wilayah sampel inflasi Kalteng mengalami deflasi. Kota Sampit mengalami 0,63% secara tahunan 0,11%. Kabupaten Sukamara inflasi bulan ke bulan – 0,01% dan tahunan 0,83%.

Kemudian Kota Palangkaraya inflasi bulan ke bulan -0,36% sedangkan tahunan -0,10%, Kabupaten Kapuas inflasi bulan ke bulan – 0,8% sedangkan tahunan 1,00%.

Baca Juga :  Kalteng Borong 11 Emas di Pesparawi Nasional XIV, Siap Bidik Prestasi Lebih Tinggi

“Komoditas andil deflasi dari makanan yaitu daging ayam ras, setelah berbagai event keagamaan mengakibatkan harganya turun. Kemudian beberapa komoditas hortikultura, mengalami penurunan harga setelah mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir akibat curah hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Perwakilan Pemprov Kalteng yaitu Plh. Kepala Biro Ekonomi Fanny mengatakan sebelumnya juga sudah diantisipasi melihat perkembangan harga komoditas di pasar tradisional.

Terpantau saat ini harga komoditas masih stabil, namun yang perlu diantisipasi adalah daging ayam ras karena potensi permintaan yang meningkat karena bulan Ramadan.

“Pentingnya kita mewaspadai potensi kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah. Kedua komoditas ini sering terjadi kenaikan karena faktor cuaca atau masalah pasokan? Berdasarkan hasil survei terakhir di pasar Kahayan ada yang menjual dengan harga 140.000 per kg untuk cabai rawit”, tuturnya. (dcc/sekatengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru