SAMPIT – Komunitas Trail Sampit kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengisi akhir pekan melalui kegiatan trabas di wilayah Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyaluran hobi otomotif ekstrem, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengenalkan potensi wilayah pedesaan di Kotim.
Trabas tersebut diikuti oleh sejumlah anggota komunitas trail, serta dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Ady Candra. Kehadiran para pimpinan perangkat daerah ini menambah semangat peserta dan menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan komunitas yang bersifat positif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan memulai perjalanan dari depan Kantor Diskominfo Kotim. Selanjutnya peserta menyeberang menggunakan feri menuju Kecamatan Saranau, lalu melintasi sejumlah desa dengan medan yang cukup menantang sebelum akhirnya tiba di Desa Satiruk. Total jarak tempuh kegiatan trabas ini mencapai kurang lebih 45 kilometer, dengan rute yang memadukan jalur tanah, perkebunan, hingga kawasan pedesaan.
Plt Kadis Kominfo Kotim, Ady Candra, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digelar Komunitas Trail Sampit tersebut. Menurutnya, trabas bukan hanya soal olahraga dan hobi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan promosi daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menyalurkan hobi secara sehat, trabas juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar komunitas, sekaligus memperkenalkan potensi desa dan wilayah Kotim kepada masyarakat luas,” ujar Ady Candra.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan komunitas yang dikemas dengan baik dapat mendukung citra daerah, terutama jika dikaitkan dengan promosi wisata alam dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Komunitas Trail Sampit berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan keselamatan, kepedulian lingkungan, serta sinergi dengan masyarakat setempat. Dengan demikian, hobi otomotif dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat Kotawaringin Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, juga menyampaikan pandangannya terkait kegiatan trabas tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas komunitas, tetapi juga membuka peluang promosi sektor kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah pesisir dan perairan yang dilewati jalur trabas.
“Wilayah yang dilalui dalam kegiatan ini memiliki potensi besar, termasuk sektor perikanan dan kelautan. Dengan hadirnya komunitas seperti ini, masyarakat luar bisa melihat langsung kondisi wilayah, akses, dan potensi yang ada. Ini tentu berdampak positif bagi pengenalan daerah,” ujar Ahmad Sarwo Oboi.
Ia menambahkan, kegiatan berbasis komunitas juga dapat menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam menyerap aspirasi serta melihat kondisi lapangan secara nyata.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa melihat langsung kondisi infrastruktur, lingkungan, dan aktivitas masyarakat. Ini sangat penting sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan ke depan,” tambahnya.
Komunitas Trail Sampit sendiri menegaskan komitmennya untuk terus menggelar kegiatan trabas secara bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan peserta, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghormati masyarakat di wilayah yang dilalui.
Dengan semangat kebersamaan, olahraga, dan kepedulian terhadap daerah, kegiatan trabas di Desa Satiruk ini diharapkan menjadi contoh bahwa hobi otomotif dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi pembangunan dan promosi Kabupaten Kotim.(nr/sekaltengcom)








