PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran gelar diskusi santai bersama insan Pers, usai berlari sore dengan para jurnalis di area Istana Isen Mulang. Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam diskusi santai, para jurnalis dipersilakan untuk menyampaikan aspirasi terhadap jalannya pembangunan selama kepemimpinan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, baik program strategis maupun kritik dan saran.
Salah satu poin yang disampaikan Agustiar Sabran adalah, selama ini terkait program Huma Betang Car Free Night menjadi panggung hiburan masyarakat yang sangat digemari, dengan tujuan utama untuk melestarikan kearifan lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun Huma Betang Car Free Night adalah panggung hiburan yang digelar oleh Pemprov Kalteng setiap malam Minggu, dengan mengundang komunitas seni untuk menghibur masyarakat, baik tradisional maupun modern.
“Car free night, adalah swakelola, dengan tujuan awal untuk melestarikan kearifan lokal,” ungkap Gubernur.
Beberapa momen di Car Free Night juga diundang artis besar seperti Wali Band, Penyanyi Nassar, itu merupakan apresiasi dari Gubernur untuk menghibur masyarakat.
Tuturnya, dalam car free night tidak menelan biaya sampai miliaran, hanya swakelola dan juga dibantu biaya oleh Gubernur sendiri, sehingga tetap berjalan di tiap minggunya.
“Itu kami lakukan juga dengan harapan menarik minat masyarakat untuk menikmati hiburan di daerah sendiri, bahkan masyarakat dari daerah luar juga tertarik,” tuturnya.
Gubernur berpesan agar UMKM dapat memanfaatkan Car Free Night sebagai peluang pasar yang baik, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia juga mengimbau agar setiap acara Car Free Night menjaga kebersihan terutama sampah.
“Saya selalu instruksikan bahwa pentingnya menjaga kebersihan bagi UMKM, dengan kelola sampah. Karena sebuah daerah dapat dikatakan maju apabila sampah dikelola dengan maksimal,” pesannya.
Selain Car Free Night, Gubernur juga menyampaikan pointernya bahwa Pemprov Kalteng tetap memperhatikan pencegahan dan penanggulangan karhutla, yang saat ini diperkirakan puncak kemarau pada bulan Juli-Agustus 2025.
Kami melakukan semua cara mulai dari apel besar, simulasi-simulasi, namun Kalteng saat ini masih aman. Untuk penanggulangan seperti bantuan helikopter harus melalui tahapan seperti penetapan status daerah dahulu, kemudian penganggaran dan lain-lain,” terangnya. (dc/sekaltengcom)








