NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau terus memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan. Salah satunya dengan melakukan evaluasi kinerja camat triwulan III tahun 2025 yang dipimpin langsung Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, di Aula Setda Lamandau, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menilai capaian kinerja, mengidentifikasi hambatan di lapangan, sekaligus menyusun strategi percepatan pelayanan publik. Para camat diminta memaparkan berbagai indikator kinerja, mulai dari penyerapan anggaran, penanganan kemiskinan ekstrem, penataan pasar desa, pembentukan Koperasi Merah Putih, capaian retribusi daerah, hingga tindak lanjut temuan Inspektorat. Tak ketinggalan, isu pendidikan, kesehatan, serta kondisi sosial di masing-masing wilayah turut menjadi sorotan.
Dalam arahannya, Abdul Hamid menegaskan bahwa camat merupakan garda terdepan pemerintahan daerah yang berperan vital dalam memastikan program pemerintah berjalan efektif di masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Camat tidak boleh hanya menyampaikan laporan. Mereka harus mampu mengidentifikasi persoalan di wilayahnya dan menawarkan langkah konkret untuk mengatasinya. Itulah yang membedakan pemimpin lapangan dengan sekadar penyampai informasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang harus menjadi fokus, seperti percepatan penanganan stunting, pengelolaan aset daerah, optimalisasi pajak daerah termasuk pajak sarang burung walet, serta pengembangan program plasma berkelanjutan.
“Stunting menjadi prioritas utama. Kita harus pastikan anak-anak Lamandau tumbuh sehat, bergizi cukup, dan mendapat layanan kesehatan terbaik,” tambahnya.
Menurut Wakil Bupati, peningkatan penerimaan pajak daerah sangat penting untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah. Pendapatan itu akan menjadi sumber utama dalam membiayai pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Abdul Hamid menegaskan, evaluasi tersebut bukan hanya untuk menilai, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor agar pembangunan di 2025 dapat berjalan sesuai target.
“Sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat harus terus diperkuat. Semua elemen harus bergerak bersama demi kemajuan Lamandau,” ujarnya.
Kegiatan evaluasi ditutup dengan diskusi interaktif antara para camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, serta menyepakati langkah tindak lanjut terhadap berbagai isu prioritas pembangunan daerah.(nr/sekaltengcom)








