KOTAWARINGIN TIMUR – Bagi SMP Negeri 4 Sampit, pendidikan tak berhenti pada pencapaian akademis. Selama tiga tahun menempuh bangku sekolah, siswa kelas IX dibiasakan menjaga salah satu disiplin ibadah penting: salat Zuhur berjamaah. Kebiasaan ini diharapkan terus melekat, bahkan setelah mereka meninggalkan bangku sekolah.
“Di sekolah ini, salat Zuhur berjamaah kami jaga bersama. Harapan kami, ini tidak sekadar rutinitas di lingkungan sekolah, tetapi menjadi kebiasaan yang dibawa hingga dewasa,” ujar Kepala SMPN 4 Sampit, Anjar Subiantoro, Senin (28/7/2025).
Anjar menegaskan, konsistensi beribadah adalah bagian integral dari pendidikan karakter. Melalui salat berjamaah, siswa dilatih untuk tertib, menghargai waktu, serta memperkuat hubungan spiritual sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau anak terbiasa salat dari kecil, insyaallah ke mana pun mereka pergi, ada benteng yang menjaga mereka dari hal-hal negatif,” tambahnya.
Dampak positifnya turut dirasakan para orangtua. Yunita, salah satu wali murid, mengaku anaknya mengalami perubahan sikap signifikan sejak bersekolah di SMPN 4 Sampit.
“Dulu anak saya sulit diajak salat. Sekarang, justru dia yang mengingatkan kami sekeluarga untuk salat tepat waktu. Itu kebahagiaan terbesar bagi kami,” ungkapnya.
Dengan pembiasaan disiplin ibadah sejak dini, SMPN 4 Sampit berharap lulusan mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga bekal iman, akhlak, dan karakter yang kokoh untuk menghadapi masa depan.(nr)








