Pemprov Kalteng dan Komnas HAM RI Perkuat Sinergi Tangani Konflik Agraria dan SDA Lewat Dialog Strategis

- Publisher

Kamis, 31 Juli 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AUDENSI: Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung bersama Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing saat hadiri Audiensi dan Diskusi Penanganan Konflik Agraria dan SDA di Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Rabu (30/7/2025).(IST)

AUDENSI: Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung bersama Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing saat hadiri Audiensi dan Diskusi Penanganan Konflik Agraria dan SDA di Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Rabu (30/7/2025).(IST)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) menggelar forum audiensi dan diskusi terbuka guna membahas penanganan konflik agraria dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) di wilayah Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Rabu (30/7/2025).

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, serta Komisioner Komnas HAM RI, Uli Parulian Sihombing. Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kantor Wilayah ATR/BPN, Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), serta Pemkab Seruyan yang mengikuti secara virtual.

Dalam sambutannya, Leonard mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam menyikapi kompleksitas persoalan agraria dan SDA yang terus berkembang. Ia menekankan pentingnya dialog lintas sektor dalam mewujudkan penyelesaian yang holistik, adil, dan berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Dalam kurun 2020–2024, Kalimantan Tengah mencatatkan sedikitnya 84 kasus konflik agraria yang masuk ke jalur pengaduan. Sengketa ini tidak hanya terkait kepemilikan lahan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan hukum adat. Penanganannya harus menyeluruh dan tidak bisa hanya mengandalkan mekanisme hukum formal,” jelas Leonard.

Ia juga mengusulkan pembentukan lembaga alternatif penyelesaian sengketa lahan di tingkat daerah. Lembaga ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang cepat, efisien, serta sesuai dengan nilai-nilai lokal, seperti hukum adat Dayak yang masih dipegang teguh oleh masyarakat.

“Pemerintah Provinsi saat ini tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai pijakan hukum untuk menangani konflik agraria secara komprehensif, dengan pendekatan filosofis, yuridis, dan sosiologis,” tambahnya.

Baca Juga :  Diskominfosantik Kalteng Gelar Sosialisasi Wujudkan Statistik Sektoral dan Satu Data Indonesia Berkualitas

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM RI Uli Parulian Sihombing menyampaikan penghargaan atas komitmen Pemprov Kalteng dalam memfasilitasi ruang diskusi terbuka ini. Menurutnya, Komnas HAM telah menerima berbagai laporan masyarakat terkait konflik pertanahan dan telah melakukan analisis bersama pihak kepolisian.

“Kami ingin mendengar langsung dari pemerintah daerah dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk memahami lebih dalam dinamika yang terjadi di lapangan. Tujuannya adalah merumuskan pendekatan kolaboratif yang mampu menjawab tantangan nyata di sektor agraria dan SDA,” ujar Uli.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif, diwarnai dengan dialog kritis, pertukaran gagasan, dan berbagi praktik baik antarinstansi. Diharapkan, hasil dari forum ini mampu menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada keadilan sosial, serta menjaga harmoni antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup di Kalteng. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko
Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Agustiar Sabran Temui Massa, Dukung Aspirasi Penguatan Program MBG
Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera
Kalteng Borong 11 Emas di Pesparawi Nasional XIV, Siap Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas dan Provinsi Layak Anak
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:42 WIB

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:39 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Senin, 29 Juni 2026 - 23:36 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB