Gubernur Agustiar Sabran Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi, Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

- Publisher

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMANGAT : Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran saat memberikan semangat waktu memberikan sambutan di salah satu acara belum lama ini.(IST)

SEMANGAT : Gubernur Kalteng H.Agustiar Sabran saat memberikan semangat waktu memberikan sambutan di salah satu acara belum lama ini.(IST)

PALANGKA RAYA – Komitmen kuat pemerintah dalam memberantas korupsi terus mendapat apresiasi dari publik. Berdasarkan survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 7–13 April 2025, sebanyak 73,6 persen masyarakat menyatakan puas terhadap langkah yang diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menanggulangi kasus korupsi di tanah air.

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, 63,7 persen merasa puas, dan 9,9 persen menyatakan sangat puas atas kebijakan pemerintah. Di sisi lain, sebanyak 22,4 persen masih merasa tidak puas, dan sisanya belum memberikan penilaian pasti.

Salah satu temuan menarik dari survei ini adalah perubahan preferensi kanal informasi publik terkait isu korupsi. Generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial, kini lebih banyak mendapatkan informasi dari media sosial (48,8 persen), disusul televisi (41,7 persen) dan media online (14,2 persen). Hal ini mencerminkan semakin dominannya peran platform digital dalam membentuk persepsi publik terhadap isu hukum dan politik.

Dalam daftar kasus korupsi yang paling dikenal, skandal BBM oplosan menempati posisi pertama dengan tingkat pengenalan sebesar 85,7 persen. Disusul kasus minyak goreng (74,9 persen), korupsi logam mulia (35,4 persen), dan penyimpangan di bank daerah (26,9 persen).

Keyakinan masyarakat terhadap penyelesaian kasus-kasus besar ini juga cukup tinggi. Sebanyak 72,9 persen optimistis kasus minyak goreng dapat dituntaskan, dan 72,8 persen yakin kasus BBM oplosan akan terungkap tuntas. Untuk kasus logam mulia dan bank daerah, tingkat keyakinan publik masing-masing mencapai 63,4 persen dan 62,5 persen.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menanggapi hasil survei tersebut dengan menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penindakan saja. Pencegahan yang sistematis dan menyentuh akar persoalan harus menjadi bagian integral dari reformasi birokrasi.

“Kita ingin menghadirkan sistem pemerintahan yang bersih, bukan hanya dari aspek formal, tapi juga dari nilai-nilai integritas di setiap lini pelayanan publik,” ujar Agustiar dalam sebuah forum baru-baru ini.

Baca Juga :  Listrik Mulai Menyala di Pelosok Lamandau, Desa Karang Mas Masuki Tahap Krusial Pembangunan

Menurutnya, upaya mencegah praktik korupsi perlu dimulai sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Hal ini bisa dilakukan melalui edukasi antikorupsi, penguatan pengawasan internal, dan penerapan sistem berbasis digital yang transparan dan dapat ditelusuri.

Gubernur Agustiar juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Ia menilai, sinergi antara pemerintah, masyarakat, media, dan LSM sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik kolusi dan nepotisme.

“Transparansi bukan hanya soal membuka data, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengontrol dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Dengan semangat keterbukaan dan akuntabilitas, Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran terus berupaya membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan mampu menjadi pelayan publik yang dapat dipercaya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko
Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Agustiar Sabran Temui Massa, Dukung Aspirasi Penguatan Program MBG
Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera
Kalteng Borong 11 Emas di Pesparawi Nasional XIV, Siap Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas dan Provinsi Layak Anak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:42 WIB

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:39 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Senin, 29 Juni 2026 - 23:36 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB