PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka peluncuran Berita Resmi Statistik edisi April 2025. Acara berlangsung di Ruang Vicon Kantor BPS Prov. Kalteng, Jumat (2/4).
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa pada April 2025, Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,02. Angka ini menunjukkan kondisi inflasi yang masih dalam batas terkendali.
“Inflasi tertinggi secara tahunan tercatat di Kabupaten Kapuas sebesar 1,81 persen, sementara yang paling rendah terjadi di Sampit dengan angka 0,69 persen,” jelas Agnes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan inflasi didorong oleh peningkatan harga di sejumlah kelompok pengeluaran utama, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 8,53 persen. Kelompok lainnya yang turut berkontribusi adalah pendidikan (2,23 persen), makanan dan minuman di restoran (2,14 persen), pakaian dan alas kaki (2,13 persen), serta kelompok kesehatan (2,01 persen).
Agnes juga menjelaskan bahwa beberapa kelompok justru mengalami deflasi, antara lain transportasi (-2,08 persen), informasi dan komunikasi (-0,45 persen), serta perumahan dan energi rumah tangga (-0,25 persen).
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Kalteng pada April 2025 tercatat sebesar 0,61 persen. Sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date/y-to-d), inflasi mencapai 1,29 persen.
“Kontributor utama inflasi bulanan berasal dari sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang memberi andil sebesar 0,56 persen. Sementara untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 0,51 persen,” urai Kepala BPS.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari perangkat daerah, jajaran BPS Kalteng, serta perwakilan media massa yang secara aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait data dan tren ekonomi daerah.
Sri Widanarni dalam kesempatan tersebut mengapresiasi keterbukaan data dan penyampaian informasi oleh BPS. Ia berharap angka-angka statistik ini dapat menjadi acuan penting dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah ke depan.
“Data inflasi yang disampaikan hari ini sangat penting bagi pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








