Realisasi APBD Kalteng Keempat Terendah Nasional, Wamendagri: Identifikasi Kendala, Cek BUMD

- Publisher

Kamis, 10 April 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIBKA HALUK - Saat memberikan arahan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Tengah mengenai APBD.(IST)

RIBKA HALUK - Saat memberikan arahan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Tengah mengenai APBD.(IST)

PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, berpesan kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar meningkatkan capaian realisasi APBD Kalimantan Tengah. Hal ini Ribka sampaikan saat melihat realisasi anggaran Kalteng kategori rendah.

Dalam rapat Musrenbang RKPD Kalteng 2025 dipaparkan, persentase realisasi pendapatan Kalteng baru di angka 5,83 persen yang merupakan keempat terendah nasional. Kamis, 10 April 2025.

Tak hanya itu, capaian realisasi belanja baru menyentuh angka 1,30 persen, yang juga menempatkan Kalteng urutan keempat terendah nasional.

Ribka berpesan kepada Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Katma F. Dirun, Kepala Bapenda Anang Dirjo, serta Kepala BKAD Kalteng Syahfiri agar mencari kendala yang dihadapi, dengan menegaskan pemantauan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Kami pantau Pak, ya Pak Sekda dan Pak Keuangan karena masyarakat sudah harus segera mendapatkan manfaat, ini kinerja Bapak-Bapak,”.

Selain itu, Ribka juga mengimbau agar mendorong peningkatan PAD melalui kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD yang diperlihatkan oleh Ribka cukup banyak dimiliki oleh Pemprov Kalteng, sehingga harus dicek kembali keaktifan BUMD tersebut.

Baca Juga :  Update Kondisi Banjir BPBD Kalteng Gelar Rapat Secara Daring

“Dicek benar BUMD-nya masih hidup tidak?” imbaunya.

Ribka juga berpesan agar Pemprov Kalteng segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Karena saat ini dokumen RTRW Provinsi Kalteng masih dalam proses persetujuan substansi.

Penyelesaian dokumen ini akan berpengaruh terhadap peningkatan PAD. Sehingga Ribka memberi arahan pada jajarannya untuk mengawal pemprov Kalteng dalam penyelesaian dokumen tersebut.

“Kalau kita belum memiliki RTRW dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) itu menentukan PAD-nya nanti berat, sehingga ini harus diselesaikan,” terangnya. (dcc/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru