PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekkeubang) Yuas Elko simak rapat pengendalian Inflasi dari Menteri Dalam Negeri secara virtual di Aula Bajakah. Senin, 10 Maret 2025.
Pada pembahasan ini Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan perkembangan Inflasi nasional dan daerah.
“Indonesia alami Deflasi year on year -0,09% (Februari 2025 terhadap Februari 2024), dan month to month -0,48% (Februari – Maret 2025). Faktor penyebabnya masih karena subsidi listrik oleh Bapak Presiden, sehingga andil Inflasi minus,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara year on year makanan minuman dan tembakau mengalami Inflasi 2,25%, sedangkan perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi -12,08.
Secara month to month, makanan minuman dan tembakau mengalami deflasi -0,40, dan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga deflasi -3,59, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi 1,29.
“Secara nasional, Inflasi tertinggi di Papua Pegunungan 7,99%, Terendah mengalami deflasi di Papua Barat -1,98%,” sebutnya.
Kepala BPS pusat Amalia mengatakan, Komoditas andil deflasi pada makanan minuman dan tembakau Februari 2025 (month to month) adalah daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, telur ayam ras, kacang panjang, jeruk, jengkol, ayam hidup.
“Kemudian komoditas yang menjadi harga bergejolak tertinggi di daging ayam ras, kemudian telur ayam ras, bawang putih, ayam hidup, pepaya, cabai rawit, beras, bayam. Ini yang perlu menjadi perhatian,” bebernya.
Lebih lanjut, secara nasional 33 Provinsi alami kenaikan IPH pada Minggu pertama Maret 2025 untuk Cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
Perkembangan harga Minggu pertama Maret 2025, Cabai merah alami kenaikan di atas HAP 8,71% di harga Rp57.581. Harga tertinggi di Kab. Nduga Rp180.000. sedangkan harga terendah Rp14.000.
Cabai rawit alami kenaikan 26,27% di harga Rp85.694. harga tertinggi 180.000 di kab. Nduga, harga terendah Rp22.000.
Harga bawang putih naik 1, 76% di harga Rp44.730. harga tertinggi di Kab. Intan Jaya Rp100.000 sedangkan terendah Rp28.000
“Gula pasir juga naik 0,72% di harga Rp17.568, tertinggi di Kab. Puncak Rp40.000 terendah di Rp14.000. Harga telur ayam ras naik 1,66% di harga Rp31.158, tertinggi di Kab. Mamberamo Tengah Rp100.000 terendah Rp22.960,” paparnya.
Staf Ahli Ekkeubang Yuas Elko menanggapi gejolak komoditas tersebut, mengatakan bahwa saat ini Kalteng inflasi di angka 0,28%.
Saat ini dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengupayakan salah satunya layanan di pasar penyeimbang untuk mengendalikan inflasi dan menguatkan ketahanan pangan.
“Beliau membuka acara kemarin di Halal Nasional Fair 2025 di bulan Ramadan, di sana juga ada UMKM, juga ada pasar penyeimbang, gerakan pangan murah (GPM) yang tergabung di dalamnya ada beras, ikan, sayur,”
“Ini sangat membantu seperti ikan yang rata-rata 50 ribu ke atas, kalau di sana kan 20-30 ribu. Demikian juga beras kalau kita sidak pasar sudah ada yang 15 ribu ke atas, kalau di sana itu standar harganya,” tutup Yuas. (dcc/sekaltengcom)








