PALANGKA RAYA – Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kalteng Maskur, membuka resmi Musyawarah Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Tengah 2025, di Aurilla Hotel Palangka Raya.
Dalam sambutan Gubernur, Maskur menyambut baik musda pertama ini yang diharapkan memunculkan ide dan gagasan positif untuk kemajuan PHRI di Provinsi Kalimantan Tengah. Rabu, 22 Januari 2025.
Adapun PHRI merupakan organisasi usaha mandiri yang berorientasi pada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan di bidang jasa akomodasi hotel, dan jasa makanan dan minuman atau restoran, serta lembaga pendidikan pariwisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masku menilai PHRI merupakan salah satu ujung tombak pemajuan perekonomian di bidang Jasa Perhotelan dan Restoran. Ia berharap dalam musyawarah ini dapat membawa arah organisasi lebih baik.
“Kita berharap nanti dengan terpilihnya Ketua dan anggota pengurus BPD PHRI Provinsi Kalimantan Tengah, dapat mampu membawa organisasi yang maju serta berkontribusi dalam bidang pariwisata dan perekonomian di Kalimantan Tengah,” harapnya.
Hadir ketua Umum BPD PHRI Pusat Hariyadi Bs. Sukamdani, menjelaskan bahwa kepengurusan BPD PHRI Kalteng berakhir tahun 2017, adanya pembentukan kepengurusan baru di PHRI Periode 2025-2030 di Tahun 2025, diharapkan konsolidasi hotel restoran bisa menjadi motivator dinamisator pariwisata.
“Saya harap Kebersamaan pelaku pariwisata dan Pemerintah Daerah perlu dibangun, dan bersama PHRI menjalin program lintas pariwisata, Kebudayaan, olahraga, kuliner, bisa kita lakukan bersama-sama. Kami menaruh harapan Kalimantan Tengah menjadi pendorong ekonomi,” jelasnya.
Hariyadi juga mengungkapkan Kalimantan Tengah secara umum maupun secara khusus memiliki potensi pariwisata yang baik.
“Kami melihat dari sisi berbeda, bahwa Kalimantan Tengah menarik secara khusus maupun secara umum, sangat banyak potensi berbasis alam karena Kalteng relatif kekayaan alam hutan sungai masih lebih baik. Cukup banyak potensi yang ada ketika kami diajak berkunjung ke Taman Nasional Sebangau. Khusus Palangka Raya yang tidak jauh dari Banjarmasin, ini faktor yg perlu ditingkatkan untuk kunjungan ke Palangka Raya,” tuturnya. (dcc/sekaltengcom)








