SAMPIT- Sebuah kapal wisata yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) karam saat tambat di dermaga penyebrangan sungai Mentaya, Selasa (21/1) dini hari. Kapal itu karam akibat mengalami kebocoran.
Kepala Disbudpar Kabupaten Kotim, Bima Ekawardhana mengatakan saat itu penjaga kapal tidak sedang berada di atas kapal saat kejadian. Ia tidak mengetahui bahwa kapal tersebut mengalami kebocoran di bagian kanan hingga akhirnya, air masuk ke dalam kapal dan perlahan karam.
“Petugas kapal tidak tidur di kapal sehingga tidak mengetahui kapal ini bocor. Air akhirnya masuk dan kapalnya perlahan tenggelam,” ujarnya, Selasa (21/1) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, upaya penanganan awal tidak sempat dilakukan. Hal itu dikarenakan kejadian tersebut terjadi disaat orang masih tidur. Saat ada yang melihat, kondisi kapal sudah sebagian masuk ke air dan tidak sempat melakukan penyelamatan.
“Karamnya dini hari tadi sekitar jam 2 pagi,” bebernya.
Sebelumnya, kapal tersebut sudah diketahui ada kebocoran dan telah dilakukan penambalan. Mesin penyedot air juga telah disiapkan untuk langkah antisipasi. “Secara berkala kita telah melakukan penyedotan air secara berkala,” katanya.
Pihaknya akan segera mengevakuasi kapal tersebut. Kapal itu direncanakan akan diperbaiki kembali. “Kalau memang ini masih bisa diperbaiki dan layak, kita akan fungsikan lagi,” bebernya. (nr/sekaltengcom)








