Wamendagri Bima Arya Sebut Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Kuat Penggerak Ekonomi Perdesaan

- Publisher

Rabu, 16 April 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARAHAN : Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan arahannya saat Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025, yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (16/4).(IST)

ARAHAN : Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan arahannya saat Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025, yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (16/4).(IST)

Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi solusi strategis dalam memperkuat perekonomian di tingkat desa serta memperlancar distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Inisiatif ini sekaligus diproyeksikan dapat menekan laju urbanisasi yang selama ini menjadi tantangan pembangunan nasional.

“Koperasi adalah tulang punggung ekonomi bangsa, sebagaimana yang selalu ditekankan Bung Hatta. Dan hari ini, Presiden Prabowo menghidupkan kembali semangat itu melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi tonggak sejarah,” kata Bima dalam Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025, yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (16/4).

Ia menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas, yang mampu memberdayakan masyarakat secara langsung. Melalui koperasi, desa dapat menjadi pusat distribusi logistik, jasa, dan kebutuhan dasar, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat tanpa harus bergantung pada kota.

Dalam implementasinya, terdapat tiga pendekatan pembentukan Kopdes Merah Putih yaitu Pendekatan inisiasi dari awal, yaitu pembentukan koperasi baru di wilayah yang belum memiliki koperasi dan aset pendukung.

Penguatan koperasi eksisting, yakni memperluas dan meningkatkan fungsi koperasi yang sudah berjalan. Dan revitalisasi koperasi tidak aktif, yaitu menghidupkan kembali koperasi desa yang telah vakum dengan memperbaiki kelembagaan dan usaha.

Lebih lanjut, Bima mengungkapkan bahwa koperasi dapat diperkuat dengan ragam unit layanan seperti pengadaan sembako, jasa keuangan mikro (simpan pinjam), pelayanan kesehatan dasar (klinik desa, apotek), penyimpanan bahan pangan (cold storage dan gudang), serta jaringan logistik yang menunjang distribusi lokal.

“Koperasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing. Tidak harus seragam, tapi harus relevan dan berdampak langsung bagi warga,” imbuhnya.

Dari sisi kebijakan, Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan empat langkah pendukung pembentukan Kopdes Merah Putih yaitu

Mendorong pemerintah daerah—gubernur, bupati, dan wali kota—untuk memfasilitasi terbentuknya sekitar 80 ribu koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Baca Juga :  Open House Gubernur Kalteng Diserbu Warga, Istana Isen Mulang Jadi Pusat Silaturahmi Lebaran

Menyediakan pendampingan teknis kepada daerah selama proses pembentukan koperasi berlangsung.Mengarahkan integrasi program dan anggaran Kopdes ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk APBD dan rencana kerja perangkat daerah. Dan melaksanakan fungsi pengawasan dan evaluasi, termasuk pembinaan, pelaporan berkala, serta monitoring efektivitas program di lapangan.

“Ini bukan sekadar program temporer, melainkan transformasi struktural dalam pembangunan desa. Kami di Kemendagri akan terus mengawal implementasi agar berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas Bima.

Turut hadir dalam agenda sosialisasi ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, serta Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pemerintah daerah dari wilayah Jawa Barat dan Sumatra yang bergabung secara daring. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru