Wakili Gubernur, Kasatpol PP Kalteng Lepas Pawai Ogoh-Ogoh

- Publisher

Jumat, 28 Maret 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MELEPAS : Kasatpol PP Kalteng, Baru I Sangkai mengibarkan bendera tanda dimulainya pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka perayaan hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 M, di Pura Pitamaha Palangka Raya, Jumat (28/3).(IST)

MELEPAS : Kasatpol PP Kalteng, Baru I Sangkai mengibarkan bendera tanda dimulainya pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka perayaan hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 M, di Pura Pitamaha Palangka Raya, Jumat (28/3).(IST)

PALANGKA RAYA – Mewakili Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Agustiar Sabran, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kalteng Baru I Sangkai melepas Pawai Ogoh-Ogoh Dalam Rangka Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 M, di Pura Pitamaha Palangka Raya, Jumat (28/3). 

Saat membacakan sambutan Gubernur, Baru mengatakan keragaman suku, budaya, tradisi, agama, dan kepercayaan sudah sepatutnya dihargai sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama, seperti halnya pawai Ogoh-Ogoh yang merupakan tradisi luhur umat Hindu.

“Ogoh-Ogoh merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan, serta perilaku buruk yang ada pada diri manusia, kemudian diwujudkan dalam bentuk patung besar untuk diarak keliling Desa kemudian dibakar, dengan maksud agar perilaku buruk dan negatif yang ada pada diri manusia, akan ikut terbakar habis bersama patung tersebut,” ujarnya. 

Baru juga berharap tradisi tersebut dapat dimaknai lebih dalam, agar bisa berusaha menjadi manusia yang baik dan menjauhi hal yang buruk sehingga kehidupan lebih damai dan dipenuhi kebahagiaan guna menyongsong Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/ 2025 Masehi. 

“Mari kita dukung dan sukseskan berbagai program pemerintah, baik itu program dari pusat maupun daerah, guna mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng maju, sejahtera, rukun dan damai,” tukasnya. 

Baca Juga :  Bupati Lamandau Bawa Proposal BUMDes ke Kemendes, Targetkan Desa Mandiri dan Ekonomi Rakyat Tumbuh

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalteng I Wayan Suata menyampaikan, pawai Ogoh-Ogoh ini bukan hanya sekedar tradisi untuk menyambut datangnya Nyepi, tetapi juga sebagai simbolisasi kemurnian diri dari lingkungan unsur-unsur negatif. 

“Dengan mengarak Ogoh-Ogoh dan memusnahkan Ogoh-Ogoh, kita berharap kekuatan-kekuatan negatif yang ada di diri kita dan di sekitar kita ikut terkikis lenyap. Saya juga berharap Ogoh-Ogoh ini dapat diteruskan menjadi simbol keharmonisan antara manusia, alam dan mengabdi kepada Tuhan, dan dapat membangkitkan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia,” pungkasnya.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru