Wagub Edy Pratowo Dorong Optimalisasi PAD, Tekankan Kemandirian Fiskal Daerah

- Publisher

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKOR : Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran hadiri Rakor Pemda se-Kalteng Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (22/8/2025).(IST)

RAKOR : Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran hadiri Rakor Pemda se-Kalteng Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (22/8/2025).(IST)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah (Rakor Pemda) se-Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (22/8/2025). Agenda strategis yang dibahas mencakup percepatan operasionalisasi Koperasi Merah Putih, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan sampah, pencegahan karhutla, hingga penguatan pengakuan hutan adat.

Dalam arahannya, Wagub Edy menegaskan bahwa Rakor ini menjadi wadah menyamakan langkah dan strategi seluruh daerah di Kalteng dalam memperkuat basis fiskal.

“Struktur anggaran 2025 harus lebih efisien. Karena itu, daerah wajib memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD. Potensi kita besar di sektor tambang, perkebunan, kehutanan, serta pajak daerah. Sayangnya, realisasi penerimaan masih jauh dari yang seharusnya,” tegas Edy.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Rakor provinsi penghasil SDA, Kalteng berada di posisi ketiga setelah Kaltim dan Kalsel. Namun, penerimaan daerah masih belum sebanding dengan besarnya PNBP yang ditarik pemerintah pusat.

“Pak Gubernur menegaskan mulai 2026, pembangunan akan difokuskan pada penguatan PAD, dengan dukungan anggaran Rp100–150 miliar per kabupaten/kota dan bantuan desa Rp250–500 juta. Ini perlu disinergikan agar Kalteng bisa lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pusat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Sebut Koperasi Merah Putih Dorong Kemandirian Ekonomi Pedesaan

Sementara itu, Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, melaporkan bahwa Rancangan APBN 2026 semakin memperlihatkan dominasi fiskal pusat. Belanja pemerintah pusat naik 16,1%, sementara Dana Transfer ke Daerah justru turun 29,3%.

“Menambah pajak dan retribusi secara agresif bukan solusi. Justru bisa kontraproduktif. Solusinya ada pada intensifikasi dan ekstensifikasi PAD. Pemerintah kabupaten/kota harus aktif menggali potensi pajak daerah, terutama kendaraan bermotor, serta mendorong kinerja BUMD agar memberikan kontribusi signifikan,” jelas Leonard.

Rakor ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Bupati/Wali Kota se-Kalteng, pimpinan OPD, serta para Asisten dan Staf Ahli Gubernur. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru