PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni hadiri konferensi pers rilis BPS Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala BPS Agnes Widiastuti menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah triwulan IV – 2024 (Q to Q) tumbuh sebesar 8,29%, dan melaju jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Rabu, 5 Februari 2025.
“Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2024 sebesar 4,46% secara kumulatif meningkat dan melaju jika dibandingkan tahun 2023,” sebutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha (Q to Q), terdapat tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi yaitu administrasi pemerintahan 34,39, pertambangan dan penggalian (16,77), dan konstruksi (16,17).
Lapangan usaha dengan sumber pertumbuhan tertinggi secara (Q to Q) adalah Pertambangan dan penggalian sebesar 2,35%.
Sementara itu, Pertumbuhan PDRB menurut Pengeluaran secara (Q to Q), seluruh komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan positif.
“Terdapat tiga komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tinggi adalah konsumsi pemerintah (21,13), ekspor (8,92), PMTB (7,02).” tambahnya.
Jika dipantau Secara Year on year, ekonomi Kalimantan Tengah Triwulan IV – 2024 tumbuh sebesar 4,43% dan mengalami perlambatan jika dibandingkan triwulan IV – 2023.
“Secara Year on year, pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha pertemuan tertinggi yaitu administrasi pemerintahan (13,75), jasa kesehatan (13,63), jasa pendidikan (13,40). Serta Terdapat satu lapangan usaha yang mengalami kontraksi yaitu industri pengolahan di angka -4,80,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Sri Widanarni berharap tetap optimis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang tidak hanya dengan sumber daya alam, tapi juga pemanfaatan dan pelestariannya.
“Pertambangan meningkat 14%, karena kebutuhan ekspor untuk energi dari permintaan global terkait hasil tambang yang kita keluarkan. Tapi potensi kita tidak hanya itu, kita juga punya sektor perikanan, pariwisata, bahkan pertanian yang saat ini Kalteng menjalankan program ketahanan swasembada beras dan jagung,” jelasnya.
Dirinya mengatakan salah satu program strategis pemerintah pusat swasembada pangan juga menjadi faktor pendukung daripada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah.
“Semoga dengan program tersebut ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh lebih baik. Pemprov Kalteng mengapresiasi BPS atas penyajian data ini, yang nantinya menjadi bahan kebijakan ke depan dalam meningkatkan perekonomian Kalimantan Tengah,” tutupnya. (dcc/sekaltengcom)








