PALANGKA RAYA – Dalam rangka menyiapkan pelayanan arus mudik bagi masyarakat, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Unsur Forkopimda lakukan Koordinasi bersama kabupaten kota secara virtual, dari Aula Jayang Tingang.
Dalam forum ini dibahas mengenai kesiapan pengamanan arus mudik, mulai dari pengamanan TNI Polri, posko, perbaikan infrastruktur jalan, serta pelayanan angkutan darat, laut dan udara. Rabu, 26 Maret 2025.
Usai rapat, Agustiar Sabran memberikan beberapa penegasan, agar dapat dipahami oleh jajaran bupati dan wali kota se-kalimatan Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menginginkan perkuatan koordinasi terutama pelayanan kepada masyarakat, karena jabatan yang diberikan adalah pengabdian.
“Rapat koordinasi ini harus ada outputnya, jangan acara seremonial belaka. Semua bupati wajib hadir, kecuali alasan urgent. Kemudian saya cek posko, jangan sampai tidak ada posko yang belum siap, petugas yang tidak ada, saya ingatkan. Saya minta koordinasi diintensifkan,” tegasnya.
Gubernur juga mengimbau agar kabupaten kota memperhatikan kondisi daerahnya, dengan mitigasi bencana banjir, karhutla, selain dari mitigasi kelancaran arus mudik.
“Bupati wali kota berkoordinasi dengan forkopimda di daerahnya untuk kelancaran mudik,” kata Gubernur.
Selain itu, Gubernur juga melarang ASN menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadinya, terlebih lagi untuk mudik pulang kampung.
“Saya melarang penggunaan kendaraan dinas untuk mudik bagi pejabat, tanggal 7 April harus ada di sini (tempat kerja), kecuali ada hal urgent dan harus izin,”
Terakhir gubernur berpesan agar dapat disosialisasikan untuk mewaspadai kerawanan kejahatan kriminal untuk rumah, sekolah, maupun kantor yang akan ditinggal libur.
“Juga tingkatkan kewaspadaan penukaran uang tunai untuk menghindari uang palsu. Antisipasi kemacetan, terlebih lagi ketertiban di malam takbiran,” tukasnya. (dcc/sekaltengcom)








