PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menggencarkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui program Pasar Murah dengan penyaluran paket sembako bersubsidi kepada masyarakat, termasuk kalangan kelembagaan adat.
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Yulindra Dedy, menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Kalteng sebagai upaya memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini adalah bagian dari langkah antisipatif Pemprov Kalteng dalam menghadapi Idulfitri sekaligus menekan laju inflasi, khususnya di Palangka Raya,” ujarnya saat ditemui di Aula Betang Hapakat, Kamis (19/03/2026).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyalurkan sebanyak 500 paket sembako yang secara khusus diperuntukkan bagi keluarga besar kelembagaan adat. Penerima manfaat meliputi pengurus DAD, Batamad, Gerdayak, Bawidayak, serta para Damang dan Mantir di wilayah Palangka Raya.
Program ini dinilai sangat efektif membantu masyarakat, terutama dalam meringankan beban ekonomi menjelang hari besar keagamaan. Pasalnya, satu paket sembako yang memiliki nilai pasar sekitar Rp140.000, disubsidi pemerintah hingga Rp130.000.
“Artinya masyarakat cukup menebus Rp10.000 saja per paket. Isinya meliputi beras, gula, dan minyak goreng,” jelas Yulindra.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Kalteng. Bantuan ini jelas sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang sedang bersiap menyambut Idulfitri,” pungkasnya.(nr)








