PALANGKA RAYA – Staf ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyimak rapat koordinasi pengendalian inflasi secara virtual, yang dipimpin oleh Plt. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir. Senin, 13 Januari 2025.
Dijelaskan oleh Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Inflasi tahun 2024 mencapai 1,57% year on year. Angka ini berada di batas bawah target sasaran inflasi 2024 (1,5% – 3,5%). Dalam lima tahun terakhir, inflasi 2024 merupakan terendah, lebih rendah daripada inflasi tahun 2020 di angka 1,68% Year on year.
Dipaparkan Pudji, terkait Indeks Perkembangan Harga Minggu ke-2 Januari 2025, sebanyak 36 Provinsi mengalami kenaikan IPH dan dua Provinsi mengalami penurunan. Secara rata-rata nasional, komoditas yang andil terbesar kenaikan IPH adalah cabai rawit, cabai merah dan daging ayam ras.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun kenaikan IPH tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai perubahan iph 7,78%. Komoditas penyumbang andil terbesar di wilayah Sumatera didominasi oleh cabai merah, cabe rawit, dan daging ayam beras
Di Pulau Jawa terjadi, kenaikan IPH tertinggi di Kabupaten Trenggalek dengan nilai perubahan IPH 8,86%, dengan komoditas penyumbang andil terbesar yaitu cabe rawit, cabe merah, dan telur ayam ras.
Sedangkan di luar pulau Jawa dan Sumatera, IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai perubahan IPH 10,86%. Dengan komoditas andil IPH didominasi oleh cabe rawit, cabe merah, dan bawang merah.
Secara nasional, rata-rata harga cabe merah di Minggu kedua Januari 2025 naik sebesar 34,55% dibanding Desember 2024 di harga rata-rata 51.612 per kg. Sedangkan harga cabe rawit naik sebesar 42,00% dibanding Desember 2024 dengan harga 67.816 per kg.
Selain itu, harga telur ayam ras Minggu kedua Januari 2025 naik sebesar 3,41% dibanding Desember 2024 di harga 31.810/kg, sedangkan harga minyak goreng naik sebesar 0,85% dibanding Desember 2024 di harga 21.583 per liter.
Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, Sahli Ekkeubang Yuas Elko mengatakan masih mencapai IPH terendah 2,96%. Ia mengungkapkan, saat ini Pemprov Kalteng tengah mengupayakan percepatan lahan cetak sawah di 10 Kab/kota.
Program ini akan menunjang produksi beras di Kalimantan Tengah yang juga merupakan lumbung pangan. Yuas berharap program ini dapat diselesaikan cepat sesuai targetnya.
“Diharapkan dinas terkait dapat mengejar target dari Pemerintah Pusat. Saat ini persiapan cetak sawah dan progresnya sudah mencapai 97% untuk 10 kabupaten kota”, sebutnya. (dcc/sekaltengcom)








