PALANGKA RAYA – Sebuah video yang tengah viral dan diduga merendahkan martabat Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menuai reaksi keras dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, M. Zainal.
Dalam pernyataan resminya kepada awak media pada Minggu malam (20/4), Zainal mengungkapkan kekecewaannya atas perilaku seorang konten kreator yang disebut-sebut menyampaikan ujaran tak pantas sambil mengklaim diri sebagai jurnalis.
“Profesi jurnalis tidak pernah diajarkan untuk menghina ataupun merendahkan pihak manapun. Tugas utama wartawan adalah menyampaikan informasi dengan berimbang dan bertanggung jawab. Kritik memang penting dalam demokrasi, tapi harus dengan cara yang beretika dan membangun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zainal juga menyoroti penggunaan alat perekam dalam video tersebut, di mana terdapat label yang diduga mengarah pada situs dewasa. Hal ini, menurutnya, mencoreng citra profesi jurnalis dan bertentangan dengan prinsip dasar dalam dunia komunikasi digital.
Ia pun mendesak agar pembuat konten tersebut segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya kepada Gubernur Kalteng.
“Saya tegaskan, ini bukan perilaku seorang wartawan. Mereka yang benar-benar pernah mengikuti pelatihan jurnalistik pasti memahami kode etik profesi, memiliki sikap, dan menjunjung akhlak. Oknum ini jelas hanya mencari sensasi, bukan menyampaikan kebenaran,” ungkap Zainal dengan nada tegas.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk semakin cerdas dan berhati-hati dalam mengonsumsi serta menyebarkan konten di media sosial.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga ruang digital tetap sehat. Jangan mudah terprovokasi oleh konten yang hanya mengedepankan sensasi tanpa substansi,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)








